BERITA

Tragedi di Jembatan Way Curup: Pemotor Warga Seputih Raman Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Mematikan

85
×

Tragedi di Jembatan Way Curup: Pemotor Warga Seputih Raman Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Mematikan

Sebarkan artikel ini
Tabrak Ujung Jembatan Way Curup Lampung Timur, Pemotor Asal Seputih Raman Tewas Terjun ke Bawah Jembatan
Tabrak Ujung Jembatan Way Curup Lampung Timur, Pemotor Asal Seputih Raman Tewas Terjun ke Bawah Jembatan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Seorang pengendara sepeda motor tewas dalam sebuah kecelakaan tragis di ujung jembatan Way Curup, yang terletak di jalan lintas timur, Kecamatan Matarambaru, Kabupaten Lampung Timur, pada hari Senin (15/4/2024).

Korban kecelakaan tersebut adalah Hanafi (68), seorang warga dari Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah.

Hanafi ditemukan tergeletak di bawah jembatan oleh tim evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat tentang sebuah sepeda motor yang terperosok.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat ada sepeda motor yang terperosok. Setelah kami evakuasi ada seorang pria namun sudah meninggal,” ungkap Kepala Pos Pengamanan Mudik, Ipda Hariadi.

Jenazah Hanafi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Akamedika untuk dilakukan visum. Menurut Suhardi, hasil visum menunjukkan bahwa korban mengalami luka berat pada bagian kepala.

Diperkirakan korban telah meninggal delapan jam lebih sehingga kondisi jenazah sudah kaku.

“Saat dibawa ke rumah sakit, ada seseorang yang mengaku sebagai keluarga korban, dan langsung menghubungi keluarga di Seputih Raman,” tambah Suhardi.

Ari, yang mengaku sebagai keluarga korban, memberikan keterangan bahwa Hanafi hendak pergi ke Desa Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.

“Korban berangkat dan pamitan dengan keluarga kemarin setelah Magrib. Keluarga mendapat informasi pada pagi ini, dan saya yang menghubungi. Jenazah akan kami antar ke rumah duka pada siang ini,” kata Ari pada Senin (15/4/2024).

Jembatan Way Curup, yang terletak di jalan lintas pantai timur, Kecamatan Matarambaru, Kabupaten Lampung Timur, dikenal rawan kecelakaan lalu lintas terutama pada malam hari karena minimnya lampu jalan.

Hanya terdapat satu bola lampu di jembatan tersebut, sehingga kondisi cukup gelap bagi pengguna jalan yang melintas, terutama bagi mereka yang belum mengenal rute dengan baik.

“Feri Perdana, seorang warga yang tinggal di dekat jembatan tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kurangnya penerangan di lokasi jembatan Way Curup. Pemerintah seharusnya menambah lampu di sini karena pada malam hari kondisi sangat gelap dan membahayakan pengguna jalan, terutama bagi mereka yang belum familiar dengan rute tersebut,” ujarnya.

Feri juga mengusulkan agar pemerintah memasang rambu marka jalan di jalan lama yang tidak digunakan, karena pengendara sering kali bingung saat melintasi jembatan.

Terutama dari arah selatan, di mana sisi kiri jalan adalah jalan lama dan sisi kanan adalah jalan baru.

“Tanpa penegasan marka atau rambu, pengendara sering kali bingung dan akhirnya kecelakaan tunggal bisa terjadi, baik menabrak jembatan maupun masuk ke sungai yang terletak di antara dua jalur jalan tersebut,” jelas Feri.

Menurutnya, kecelakaan di jembatan Way Curup sering terjadi terutama pada malam hari, dan kebanyakan merupakan kecelakaan tunggal, entah itu karena masuk sungai atau menabrak jembatan tersebut.

Upaya perbaikan penerangan dan pemasangan rambu marka jalan diharapkan dapat mengurangi insiden-insiden tragis seperti yang menimpa Hanafi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *