BERITA

Tragedi Banjir Bandang di Bandar Lampung: Jebolnya Talud Sungai Way Kandis Hanyutkan Perum Glora Persada di Rajabasa Raya

170
×

Tragedi Banjir Bandang di Bandar Lampung: Jebolnya Talud Sungai Way Kandis Hanyutkan Perum Glora Persada di Rajabasa Raya

Sebarkan artikel ini
Banjir Bandang Bandar Lampung, Talud Sungai Way Kandis Jebol 30 Meter Perum Glora Persada Rajabasa Raya Tenggelam
Banjir Bandang Bandar Lampung, Talud Sungai Way Kandis Jebol 30 Meter Perum Glora Persada Rajabasa Raya Tenggelam

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Banjir bandang yang melanda Bandar Lampung pada Sabtu (24/2/2024) telah menyebabkan kehancuran yang signifikan di sepanjang Sungai Way Kandis.

Talud yang dibangun sebagai upaya pencegahan banjir di pinggir Perumahan Gloria Persada Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, jebol sepanjang 30 meter.

Talud tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan infrastruktur yang dimulai sejak era kepemimpinan Wali Kota Herman HN dan dilanjutkan di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana.

Menurut keterangan Ketua RT 12 Lingkungan II Perumahan Glora Persada, Haryono, pada Minggu (25/2/2024), “Berdasarkan pantauan pagi ini ada sekitar 25-30 meter talud jebol dan tiga kamar bedeng di dekat sungai ambruk.”

Jebolnya talud ini dimulai dari dekat jembatan rel kereta api hingga Masjid Mardhotillah, dan talud tersebut hancur berkeping-keping serta materialnya hilang terbawa derasnya air banjir.

Dampak dari jebolnya talud ini sangat merugikan, dengan seluruh Perumahan Glora Persada tenggelam oleh banjir.

Ini merupakan kali pertama banjir merendam seluruh rumah sejak Perumahan Glora Persada ditempati pada tahun 1996.

Biasanya, banjir hanya merendam sepertiga perumahan, terutama rumah-rumah yang berada dalam radius 50 meter dari Sungai Way Kandis.

Pembangunan talud ini awalnya diharapkan dapat mengurangi risiko banjir bagi sekitar 250 kepala keluarga yang tinggal di perumahan tersebut.

Namun, kenyataannya talud tidak mampu menahan deras dan besarnya banjir yang melanda, sehingga mengakibatkan kerugian besar bagi warga yang tinggal di sekitar sungai tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *