BERITA

Tiba-tiba di Tanah Asing: Tragedi Pemuda Jawa Tengah yang Berakhir di Pringsewu

121
×

Tiba-tiba di Tanah Asing: Tragedi Pemuda Jawa Tengah yang Berakhir di Pringsewu

Sebarkan artikel ini
Datang dari Jawa Tengah Hendak Kerja Jadi Pemetik Kopi, Pemuda ini Meninggal di Sukoharjo Pringsewu
Datang dari Jawa Tengah Hendak Kerja Jadi Pemetik Kopi, Pemuda ini Meninggal di Sukoharjo Pringsewu

Media90 – Sebuah kabar menyedihkan datang dari perbatasan antara Jawa Tengah dan Lampung. Seorang pria, Ahmad Muhyidin (22 tahun), warga Desa Teluk Wetan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah meninggal dunia setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan.

Ahmad bersama tiga rekannya melakukan perjalanan dari Jepara menuju Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, dengan harapan mencari pekerjaan sebagai pemetik kopi.

Kapolsek Sukoharjo, Iptu Riyadi, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Benny Prasetya, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan tentang kejadian tersebut pada Jumat siang sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebelum ditemukan meninggal, Ahmad bersama teman-temannya melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan kendaraan travel.

“Kedatangan korban bersama rekannya tersebut selain untuk berkunjung ke rumah orang tua salah satu rekannya, juga dalam rangka mencari pekerjaan sebagai buruh pemetik buah kopi,” ujar Iptu Riyadi melalui rilis humasnya pada Sabtu pagi.

Menurut keterangan yang diperoleh dari sejumlah saksi, Ahmad mengeluh sakit perut saat dalam perjalanan, tepatnya di sekitar Bakauheni, Lampung.

Rekan-rekannya mencoba membantu dengan memberikan pijatan dan istirahatkan Ahmad. Namun, ketika tiba di tujuan, Ahmad tidak kunjung bangun.

Setelah dipanggil dan dibangunkan, Ahmad tidak memberikan respon, dan kemudian dibawa ke dalam rumah untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, sayangnya, setelah diperiksa oleh petugas medis, Ahmad dinyatakan telah meninggal dunia.

Hasil penyelidikan polisi dan pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Ahmad, menguatkan dugaan bahwa kematian ini murni karena sakit. Keluarga Ahmad juga mengungkapkan bahwa Ahmad memiliki riwayat sakit tipes.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, jasad Ahmad Muhyidin pun diberangkatkan pulang ke kampung halamannya untuk proses pemakaman.

Kapolsek Riyadi menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan, sembari berharap agar arwah Ahmad diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

Tragedi yang menimpa Ahmad Muhyidin memberikan pelajaran bagi kita semua tentang kerapuhan kehidupan dan betapa pentingnya kesehatan.

Perjalanan yang dimulai dengan harapan dan cita-cita lebih baik harus berakhir dengan duka yang mendalam. Semoga Ahmad diberikan tempat yang layak di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *