BERITA

TI IIB Darmajaya Mempersembahkan Seminar tentang Membangun Entrepreneur Muda di Bidang IT dan Membentuk Startup Software dengan Alumni Host IT

76
×

TI IIB Darmajaya Mempersembahkan Seminar tentang Membangun Entrepreneur Muda di Bidang IT dan Membentuk Startup Software dengan Alumni Host IT

Sebarkan artikel ini
TI IIB Darmajaya Mempersembahkan Seminar tentang Membangun Entrepreneur Muda di Bidang IT dan Membentuk Startup Software dengan Alumni Host IT
TI IIB Darmajaya Mempersembahkan Seminar tentang Membangun Entrepreneur Muda di Bidang IT dan Membentuk Startup Software dengan Alumni Host IT

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Program Studi (Prodi) Teknik Informatika (TI) di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya sukses menggelar Seminar tentang Menjadi Entrepreneur Muda di Bidang IT dan Pembentukan Startup Software Host IT.

Acara tersebut berlangsung di Aula Rektorat Lantai III pada Selasa, 27 Juni 2023.

Seminar ini dihadiri oleh narasumber yang sangat berkompeten, antara lain Sri Wahono, S.Kom., CEO PT Acosys Global Data; Berkat Fatullo Hallawa, CEO PT Belovecorp; dan Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., Kepala UPT Inkubitek Career Center dan Alumni (ICCA) IIB Darmajaya.

Tidak hanya mahasiswa Prodi Teknik Informatika IIB Darmajaya, pelajar SMA/K di Bandarlampung juga turut serta mengikuti seminar ini.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., mengungkapkan kekagumannya terhadap prestasi alumni TI IIB Darmajaya, seperti Sri Wahono dengan perusahaannya, Acosys, yang telah sukses Go International.

“Perangkat lunak yang mereka hasilkan saat ini dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Kami ingin membuka pikiran kita terhadap peluang di dunia kerja yang menjanjikan, yaitu berwirausaha,” ungkap Dr. Sutedi seperti yang dikutip dari laman resmi IIB Darmajaya.

Dr. Sutedi menjelaskan bahwa mahasiswa Prodi Teknik Informatika memiliki potensi yang besar untuk menjadi entrepreneur di bidang IT.

“Hal ini terbukti dengan kesuksesan alumni-alumni kami yang telah berhasil Go International. Para mahasiswa kami di bidang TI layak diperhitungkan.

Ini adalah peluang bagi mereka yang ingin membangun startup dan berkembang hingga tingkat internasional.

Saat ini, dengan adanya kemajuan teknologi, mereka seharusnya dapat mencapainya dengan lebih mudah daripada zaman dulu,” tambahnya.

Dr. Sutedi juga menekankan bahwa saat ini, menjadi seorang entrepreneur di bidang IT jauh lebih mudah daripada di era sebelum adanya digitalisasi.

“Dibandingkan dengan kondisi di masa lalu, contohnya seperti yang dilakukan oleh Pak Sri Wahono dalam membangun usahanya di tengah keterbatasan, sekarang para mahasiswa akan mendapatkan wawasan dan pengalaman dari beliau.

Saya berharap materi yang disampaikan dapat benar-benar disimak. Bagi pelajar SMA/K juga merupakan peluang yang besar karena generasi Z sudah akrab dengan teknologi dan memiliki potensi yang luar biasa,” jelas Dr. Sutedi.

Sementara itu, Sri Wahono mengungkapkan bahwa orang-orang di bidang IT memiliki kemampuan untuk mengubah dunia.

“Jika Anda adalah seorang ahli IT, Anda memiliki kekuatan untuk merubah dunia, baik itu ke arah yang baik maupun buruk,” ujar Sri Wahono saat memulai sesi berbagi pengalamannya dalam berwirausaha.

Menurut Sri Wahono, karya di bidang IT dapat mengubah dunia dalam berbagai aspek, seperti cara berbisnis, interaksi antar manusia, aspek teknis dalam beribadah, cara belajar, dan lain-lain.

“Terutama selama pandemi, banyak startup bermunculan, namun banyak pula yang gagal.

Mengapa begitu banyak yang gagal meskipun tumbuh dengan cepat? Begitu pula dengan kegagalan yang mereka alami, juga sangat cepat,” paparnya.

Sri Wahono menjelaskan bahwa banyak perusahaan startup besar yang terpaksa merumahkan ribuan karyawan mereka ketika pandemi melanda.

“Mereka menghabiskan banyak uang, namun tidak efektif dan bahkan tidak tepat sasaran. Ketika konsumen diberikan kesempatan untuk mendapatkan produk dengan harga murah, mereka akan mencari hal tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak konsumen yang mencari celah, seperti salah satu startup besar yang memberikan potongan harga setiap kali transaksi dilakukan melalui platform mereka dengan menggunakan nomor ponsel yang berbeda, sehingga mereka terus mendapatkan potongan harga.

“Hal ini menyebabkan pemborosan uang yang tidak efektif. Bahkan di India, banyak startup yang mendapatkan pendanaan awal yang melimpah namun tidak mampu bertahan dan akhirnya bangkrut,” terangnya.

Sri Wahono menjelaskan bahwa untuk berwirausaha di bidang IT, modal yang dibutuhkan relatif lebih terjangkau.

“Hampir semua sektor membutuhkan IT. Bisnis dapat dibangun sesuai dengan kebutuhan yang ada,” ungkapnya.

CEO PT Acosys Global Data ini juga memberikan pesan kepada para mahasiswa yang ingin membangun bisnis agar membangun reputasi yang baik.

Dengan reputasi yang baik, usaha mereka akan mendapatkan kepercayaan dan kepuasan dari konsumen.

“Sebelum berwirausaha, lakukanlah survei terlebih dahulu untuk mengetahui apakah produk atau jasa yang Anda tawarkan benar-benar dibutuhkan atau disukai oleh pasar agar bisnis Anda dapat berjalan dengan sukses,” jelasnya.

Berkat Fatullo Halawa juga memberikan tips dalam membangun startup. Pertama, merencanakan ide bisnis dengan baik, kemudian merancangnya, mencari sumber dana yang tepat, merekrut orang-orang yang tepat, dan menentukan lokasi startup.

“Bisnis yang dibangun harus berbeda dengan yang telah ada. Selama berjalan, teruslah berusaha untuk berkembang dengan membangun jaringan relasi yang kuat,” tambahnya.

Kepala UPT ICCA IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, menjelaskan bahwa IIB Darmajaya memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk menjadi entrepreneur melalui Darmajaya Startup Competition (DSC) yang diadakan setiap tahun.

“Para pemenang DSC juga akan mendapatkan bantuan modal dan pendampingan untuk usaha yang mereka jalankan selama setahun,” ungkapnya.

Lilla menambahkan bahwa beberapa pemenang DSC, seperti Berkat Fatulo Halawa, telah diberikan tempat untuk menjalankan usahanya di lantai II Co-Working Space.

Ada juga Geprek Burger dan Kopi Calma, yang merupakan pemenang DSC 2022, yang kini dapat menjajakan produk mereka di tempat tersebut.

Selain itu, mahasiswa yang tertarik untuk berwirausaha juga akan diikutsertakan dalam kompetisi wirausaha nasional yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek RI.

“Pada tahun ini, beberapa kelompok usaha mahasiswa IIB Darmajaya telah berhasil lolos dalam P2MW dan mendapatkan pendanaan,” tambahnya.

Dengan adanya seminar ini dan dukungan dari institusi pendidikan seperti IIB Darmajaya, diharapkan generasi muda dapat terinspirasi dan siap untuk menjadi entrepreneur muda di bidang IT serta menciptakan startup-startup yang inovatif dan sukses di masa depan.