BERITA

Setelah Serang Ibu Berulang Kali, Pria dengan Gangguan Jiwa di Adiluwih Pringsewu Mengalami Titik Terendah dalam Hidupnya

78
×

Setelah Serang Ibu Berulang Kali, Pria dengan Gangguan Jiwa di Adiluwih Pringsewu Mengalami Titik Terendah dalam Hidupnya

Sebarkan artikel ini
Usai Bacok Ibunya Berulang Kali, Pria Penderita Gangguan Jiwa di Adiluwih Pringsewu ini Coba Akhiri Hidup
Usai Bacok Ibunya Berulang Kali, Pria Penderita Gangguan Jiwa di Adiluwih Pringsewu ini Coba Akhiri Hidup

Media90 – Sebuah peristiwa tragis terjadi pada Rabu (5/6/2024) sore di Pringsewu, Lampung, mengguncang hati banyak orang di sekitarnya.

Sumarni (64), seorang ibu rumah tangga dari Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, menjadi korban serangan brutal dari anaknya sendiri, Winarno (38), yang mengunakan senjata tajam jenis golok.

Serangan tersebut menyebabkan Sumarni menderita luka parah di sekujur tubuhnya. Berkat tanggapnya menantu korban, Sumarni segera dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, sedangkan pelaku, Winarno, mencoba bunuh diri dengan melukai dirinya sendiri menggunakan senjata tajam tanpa berhasil.

Kapolsek Sukoharjo, Iptu Riyadi, membenarkan peristiwa tragis ini dan mengungkapkan bahwa Winarno memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang serius, bahkan sempat dipasung selama tiga tahun.

Peristiwa ini terjadi di rumah korban pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIB, dengan Sumarni mengalami luka bacok dan sayat di enam bagian tubuhnya.

Saat ini, Sumarni sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Az-Zahra Kalirejo, Lampung Tengah, sementara Winarno dirawat di Puskesmas Sukoharjo dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Barang bukti berupa golok dan pisau yang digunakan pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Riyadi menambahkan bahwa Winarno sebelumnya pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap orang tuanya dan telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Lampung.

Pihak kepolisian masih menyelidiki motif dari serangan brutal ini dan akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku untuk mengungkap penyebabnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan tentang pentingnya pemahaman dan penanganan yang lebih baik terhadap gangguan jiwa dalam masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *