BERITA

Polinela Dampingi Kelompok Tani Pringsewu dalam Pembuatan Nano-Biopestisida

40
×

Polinela Dampingi Kelompok Tani Pringsewu dalam Pembuatan Nano-Biopestisida

Sebarkan artikel ini
Polinela Berikan Pendampingan Pembuatan Nano-Biopestisida kepada Kelompok Tani di Pringsewu
Polinela Berikan Pendampingan Pembuatan Nano-Biopestisida kepada Kelompok Tani di Pringsewu

Media90 – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui program studi (Prodi) Teknologi Produksi Tanaman Pangan (TPTP) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada Sabtu (29/6/2024).

Kegiatan ini difokuskan kepada kelompok tani lokal, yaitu Kelompok Tani Tri Jaya. Para dosen dan tim memberikan pengetahuan, pendampingan, serta pembuatan dan penerapan nano-biopestisida untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerang tanaman padi.

Tim dosen Polinela yang mengikuti kegiatan PkM ini terdiri dari Ketua Dr. Ni Siluh Putu Nuryanti, S.P., M.P.; Anggota Ir. Zainal Mutaqin, M.Si.; Dr. Dulbari, S.P., M.P.; Sigit Ardiansyah, S.P., M.Tr.P.; dan Juwita Suri Maharani, S.P., M.Si.

Ketua Kelompok Tani Tri Jaya, Edi Wibowo, menjelaskan bahwa saat ini petani di Ambarawa sedang menghadapi masalah serangan hama pada tanaman padi seperti wereng cokelat, sundep, kepinding tanah, dan keong mas yang secara signifikan menurunkan produksi tanaman padi, serta serangan penyakit kresek dan blas.

Baca Juga:  Serbuan Gajah Mengamuk: Warga Pekon Sedayu Semaka Tanggamus Merana! 6 Hektare Tanaman Hancur!

Menurut Edi Wibowo, pengendalian yang selama ini dilakukan para petani hanya mengandalkan pestisida kimia.

“Oleh karena itu, Kelompok Tani Tri Jaya memerlukan pendampingan dan informasi tentang alternatif pengendalian yang dapat menekan OPT padi. Saya berharap dosen Polinela dapat memberikan penyuluhan dan pendampingan dalam peningkatan produksi padi bagi petani di Kelompok Tani Tri Jaya, Pekon Ambarawa, Pringsewu,” kata Edi Wibowo.

Sementara itu, Ketua Tim PkM Dr. Ni Siluh Putu Nuryanti, S.P., M.P. mengatakan bahwa kegiatan PkM ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

Dosen memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam menerapkan inovasi dan teknologi hasil-hasil penelitian.

Pendampingan ini bisa berlangsung dalam jangka pendek atau panjang, tergantung pada kompleksitas masalah yang dihadapi oleh masyarakat petani.

“Dengan melakukan kegiatan PkM ini, dosen pendidikan vokasi tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tetapi juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas masyarakat. Melalui penerapan inovasi hasil riset yang relevan, kami membantu masyarakat petani dalam menyelesaikan masalah dalam budidaya padi,” tutur Dr. Ni Siluh.

Baca Juga:  Kepergok Mencuri Alat Pres Genteng di Gadingrejo Pringsewu, Dua Warga Talang Padang Tanggamus Dikepung Massa

Ketua tim PkM menambahkan bahwa salah satu alternatif pengendalian OPT dapat dilakukan dengan menerapkan bio-nanopestisida.

Bio-nanopestisida merupakan pestisida alami yang berasal dari bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai zat pembunuh, penolak, pengikat, dan penghambat pertumbuhan organisme pengganggu.

“Bio-nanopestisida ini memiliki kelebihan berupa ukuran partikel yang sangat kecil sehingga mampu meningkatkan kelarutan bahan aktif, meningkatkan bioavailabilitas agrokimia, serta meningkatkan stabilitas dan sifat keterbasahan selama aplikasi, sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih baik untuk pengendalian OPT,” jelasnya.

Melalui PkM penerapan bio-nanopestisida ini, terang Dr. Ni Siluh, bertujuan untuk menekan serangan OPT secara ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan pestisida kimia.

Dr. Ni Siluh menambahkan bahwa petani diajarkan cara pembuatan bio-nanopestisida dari bahan-bahan ekstrak tanaman yang ramah lingkungan, dan hasil proses pembuatan tersebut langsung diaplikasikan pada tanaman padi.

Dalam kegiatan PkM, dilakukan pula serah terima simbolis produk nano-biopestisida yang diberikan oleh ketua tim PkM Polinela kepada ketua Kelompok Tani Tri Jaya, Ambarawa, Pringsewu.

Baca Juga:  Operasi Penyelamatan Berhasil: Enam Perempuan Korban TPPO Diamankan Polisi Saat Akan Dikirim ke Malaysia di Terbanggi Besar Lampung Tengah

“Semoga ilmu dan informasi yang diberikan dapat memberikan dampak positif kepada petani dalam mengendalikan permasalahan OPT pada tanaman padi,” terang Dr. Ni Siluh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *