BERITA

Monsun Asia Berkecamuk: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir di Lampung serta Sejumlah Daerah Lainnya

35
×

Monsun Asia Berkecamuk: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir di Lampung serta Sejumlah Daerah Lainnya

Sebarkan artikel ini
Dampak Monsun Asia, BMKG Mayoritas Daerah Potensi Hujan Lebat Angin Kencang, dan Petir Termasuk Lampung
Dampak Monsun Asia, BMKG Mayoritas Daerah Potensi Hujan Lebat Angin Kencang, dan Petir Termasuk Lampung

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Hari ini, Senin (29/1/2024), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan lebat dan angin kencang di berbagai daerah Indonesia.

Prediksi cuaca ini dipicu oleh dampak dari Monsun Asia dan Madden Julian Oscillation (MJO).

BMKG mencatat bahwa potensi hujan lebat diprediksi mencapai kecepatan 50 milimeter per hari, terutama di Banten dan sejumlah daerah lainnya.

Selain itu, angin kencang dengan kecepatan mencapai 45 kilometer per jam juga diperkirakan akan melanda mayoritas daerah, termasuk Lampung.

Daerah yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat ini mencakup Banten, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Selain itu, daerah seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua juga berpotensi mengalami hujan lebat.

Tidak hanya itu, beberapa daerah bahkan berpotensi mengalami angin kencang, seperti Aceh, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku.

Beberapa daerah lainnya, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, tidak hanya berpotensi hujan lebat dan angin kencang, tetapi juga disertai kilat atau petir.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih mengancam sebagian besar wilayah Indonesia hingga Februari mendatang.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiagaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Dwikorita menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk Monsun Asia yang signifikan dan adanya daerah tekanan rendah di sekitar Laut Timor, Teluk Carpentaria, dan di Samudra Hindia barat Sumatera.

Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga turut berperan dalam meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia.