BERITA

Menjelajahi Kecerdasan Buatan: Studi Kasus dari Professor IIB Darmajaya dalam Peluncuran Buku

182
×

Menjelajahi Kecerdasan Buatan: Studi Kasus dari Professor IIB Darmajaya dalam Peluncuran Buku

Sebarkan artikel ini
Terbitkan Buku Kecerdasan Buatan, Dosen IIB Darmajaya Sajikan Studi Kasus
Terbitkan Buku Kecerdasan Buatan, Dosen IIB Darmajaya Sajikan Studi Kasus

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Empat Dosen Program Studi Teknik Informatika Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya baru-baru ini merilis sebuah buku berjudul “Kecerdasan Buatan.”

Tim penulis buku ini dipimpin oleh Yulmaini, S. Kom., M.Cs., sebagai ketua tim. Anggota tim lainnya meliputi Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs.; Rio Kurniawan, M.Cs.; dan Ir. Suhendro Y. Irianto, M.Kom., Ph.D. Keempatnya telah meraih hibah buku ajar untuk tahun akademik 2022/2023.

Buku “Kecerdasan Buatan” terdiri dari sebelas bab dengan total 120 halaman. Karya ini diterbitkan oleh DJ Press dengan penulis utama Yulmaini dan rekan-rekannya. Yulmaini, S.Kom., M.Cs., menyatakan, “Buku ini merupakan karya saya yang kesembilan, baik dalam penulisan tunggal maupun kolaborasi dengan dosen-dosen lain.”

Ia juga menjelaskan bahwa setiap tahunnya, ia memiliki target untuk menghasilkan satu buku ajar. “Buku ini memiliki contoh implementasi dan studi kasus dari penelitian, yang menjadi ciri khasnya dibandingkan dengan buku-buku lainnya,” kata Yulmaini, seperti yang dilansir dari https://darmajaya.ac.id.

Yulmaini berharap buku “Kecerdasan Buatan” dapat membantu mahasiswa dalam mengatasi kasus-kasus terkait metode kecerdasan buatan. “Buku ini mencakup pembahasan studi kasus yang diambil dari hasil penelitian,” tambahnya.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IIB Darmajaya, Zaidir Jamal, S.T., M.Eng., menyatakan bahwa buku “Kecerdasan Buatan” adalah salah satu dari delapan buku yang menerima Hibah Buku Ajar untuk tahun akademik 2022/2023.

“Kami berharap buku ini akan bermanfaat dan menjadi referensi bagi mahasiswa IIB Darmajaya,” kata Zaidir.

Ia juga berharap agar dosen tetap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Dengan melakukan penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, semua dapat diwujudkan melalui karya, seperti dalam bentuk buku ajar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *