BERITA

Mahasiswa Unila Mendapatkan Pelatihan Anti Radikalisme, Anti Korupsi, dan Anti Kekerasan serta Bullying

55
×

Mahasiswa Unila Mendapatkan Pelatihan Anti Radikalisme, Anti Korupsi, dan Anti Kekerasan serta Bullying

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unila Didiklat Anti Radikalisme, Anti Korupsi, Hingga Anti Kekerasan dan Bullying
Mahasiswa Unila Didiklat Anti Radikalisme, Anti Korupsi, Hingga Anti Kekerasan dan Bullying

Media90 – Universitas Lampung (Unila), melalui Bagian Kemahasiswaan, menyelenggarakan pendidikan kepelatihan (Diklat) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai isu-isu krusial seperti anti radikalisme, anti korupsi, serta pencegahan kekerasan seksual dan bullying. Acara ini berlangsung pada Minggu, 19 Mei 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Unila untuk membentuk lingkungan kampus yang toleran dan harmonis, di mana setiap individu bisa saling mencintai dan menghargai.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si, menyatakan apresiasinya kepada seluruh peserta yang hadir dan mengajak mereka untuk memulai toleransi dari hal-hal kecil.

“Saya mengajak seluruh adik-adik mahasiswa untuk meningkatkan toleransi, dari segala perbedaan yang ada, terutama di tengah kalangan mahasiswa,” ujar Dr. Anna Gustina Zainal.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan mulai dari lingkungan sekitar sebagai langkah preventif terhadap radikalisme.

Untuk memperkaya materi dan wawasan peserta, panitia menghadirkan tiga pemateri yang kompeten di bidangnya: Abdul Halim, M.Pd., Dr. Ranni Rahmayanthi Z, S.Pd., M.A., dan Syamsul Hidayat, S.E., S.H., M.H. Ketiga pemateri ini memberikan berbagai perspektif dan pengetahuan yang relevan dengan tema pelatihan, serta strategi konkret untuk mengatasi dan mencegah masalah-masalah tersebut.

Diharapkan melalui Diklat ini, mahasiswa Unila dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi, kejujuran, dan keamanan di lingkungan kampus serta masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *