BERITA

Mahasiswa Unila Berinovasi: Keripik Pelepah Pisang, Hasil Kreativitas KKN di Way Serdang Mesuji

41
×

Mahasiswa Unila Berinovasi: Keripik Pelepah Pisang, Hasil Kreativitas KKN di Way Serdang Mesuji

Sebarkan artikel ini
KKN di Way Serdang Mesuji, Mahasiswa Unila ini Ciptakan Inovasi Keripik Pelepah Pisang
KKN di Way Serdang Mesuji, Mahasiswa Unila ini Ciptakan Inovasi Keripik Pelepah Pisang

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Mahasiswa yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) telah berhasil mengubah pandangan terhadap limbah pelepah pisang dengan menciptakan produk inovatif berupa keripik pelepah pisang.

Inovasi ini lahir dari keinginan untuk memanfaatkan bagian pohon pisang yang sering diabaikan oleh masyarakat.

Proyek KKN ini dilaksanakan di Desa Suka Agung, Kecamatan Way Serdang, Mesuji, dan melibatkan masyarakat Rukun Kampung (RK) I dan II.

Pelaksanaan program kerja berlangsung pada Senin-Selasa (22-23/1/2024) dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa dan penduduk setempat.

Kelompok KKN Unila yang terdiri dari Raka Rifaldi Racsyah, Rizky J. Sianturi, Salsabilla Noviya Romadhona, Ivo Sitorus, Dzahra Zhalika Lus Mizar, Anggi Aprilia, Rahmania Dhea Nova, didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. RA. Diana Widyastuti, S.P., M.Si., berhasil menciptakan produk bernilai ekonomis tinggi dari pelepah pisang.

Pelepah pohon pisang ternyata memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, seperti detoksifikasi sistem pencernaan, penurunan berat badan, pengontrolan kolesterol, pengontrolan tekanan darah, penyembuhan asam lambung, dan stabilisasi gula darah.

Kandungan nutrisi seperti tannin, saponin, flavonoid, serat, serta vitamin A, B, dan C, membuat pelepah pisang menjadi bahan yang potensial untuk dimanfaatkan.

Proses produksi keripik pelepah pisang dimulai dengan pemilihan pelepah pisang bagian dalam yang sudah berbuah.

Batang pisang tersebut kemudian disisir atau disayat untuk menghasilkan lembaran. Selanjutnya, pelepah pisang direndam dalam larutan kapur sirih selama satu jam hingga satu hari maksimal untuk menghilangkan getah dan rasa pahit.

Setelah itu, dilakukan pengolahan dengan bumbu dapur dan bumbu perasa sesuai selera.

Salsabilla Noviya Romadhona, Penanggung Jawab Program KKN Desa Suka Agung, berharap bahwa inovasi ini dapat diadopsi oleh masyarakat sebagai potensi usaha yang dapat mereka kembangkan.

“Kami berharap, ide ini dapat diadopsi masyarakat sebagai potensi usaha yang dapat mereka kembangkan,” ujarnya.

Masyarakat setempat juga merespon positif inovasi ini, merasa senang karena mereka sekarang memiliki pengetahuan tentang cara mengolah pelepah pisang yang awalnya tidak terpakai menjadi produk bernilai seperti keripik pelepah pisang.

Dengan demikian, proyek KKN ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat dalam mengelola potensi lingkungan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *