BERITA

Mahasiswa FTIK Teknokrat Indonesia Meluncurkan Pengujian Terbang Drone Pertanian untuk Penyemprotan Gulma

74
×

Mahasiswa FTIK Teknokrat Indonesia Meluncurkan Pengujian Terbang Drone Pertanian untuk Penyemprotan Gulma

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa FTIK Teknokrat Indonesia Uji Terbang Drone Pertanian Penyemprot Gulma
Mahasiswa FTIK Teknokrat Indonesia Uji Terbang Drone Pertanian Penyemprot Gulma

Media90 – Firman Fahrodin, seorang mahasiswa dari Universitas Teknokrat Indonesia, telah berhasil menjalankan uji coba penerbangan drone pertanian untuk penyemprotan gulma di area sawah petani jaya.

Tujuan dari eksperimennya adalah untuk mempersiapkan lahan sebelum proses penanaman padi. Skripsi inovatif yang dikembangkan oleh Firman telah diserahkan kepada petani di Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, pada Selasa (21/5/2024).

Acara penyerahan skripsi tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kepala Dusun Eko Hermanto dan Sumeri, serta dosen pembimbing Firman, Jaka Persada Sembiring, M.Cs. Firman berharap teknologi yang dikembangkannya dapat mempercepat proses penyiraman pupuk menjadi hanya 30 menit dari sebelumnya memakan waktu dua jam, terutama di medan sulit.

Dalam penjelasannya, Jaka Persada Sembiring, M.Cs., menjelaskan bahwa drone pertanian adalah pesawat tanpa awak yang digunakan untuk memantau pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi.

Drone yang digunakan, yakni Drone Agriculture FY690S Spraying, memiliki spesifikasi elektrik tinggi dengan torsi yang kuat untuk mengangkat cairan pestisida.

Dengan kemampuannya, drone ini dapat mengangkat payload hingga 1,5mL cairan pestisida dan dikendalikan melalui komputer atau ponsel dengan perangkat lunak Mission Planner.

Penggunaan drone sprayer dalam pertanian memiliki beberapa keunggulan yang signifikan, di antaranya adalah efisiensi, efektivitas, dan keselamatan dalam praktik pertanian. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Efisiensi dan Kecepatan: Drone sprayer dapat menyemprot area pertanian dengan cepat dan efisien dibandingkan dengan metode tradisional seperti penyemprotan manual pump. Mereka juga dapat menutupi area yang luas dalam waktu singkat, menghemat waktu dan tenaga kerja.
  2. Penggunaan Bahan yang Efisien: Drone sprayer dilengkapi dengan teknologi presisi tinggi yang memungkinkan penyemprotan yang akurat, mengurangi pemborosan bahan kimia. Penyemprotan yang lebih tepat juga dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan dengan menghindari penggunaan bahan kimia yang berlebihan.
  3. Mengurangi Paparan Risiko bagi Pekerja: Penggunaan drone mengurangi paparan langsung pekerja terhadap bahan kimia berbahaya, meningkatkan keselamatan kerja.
  4. Hemat Biaya: Meskipun investasi awal untuk membeli drone sprayer mungkin tinggi, biaya operasional dan pemeliharaan jangka panjang bisa lebih rendah dibandingkan dengan metode tradisional. Pengurangan penggunaan bahan kimia dan tenaga kerja juga dapat mengurangi biaya secara keseluruhan.

Drone yang dikembangkan oleh Firman dilengkapi dengan hardware Water Pump yang terpasang pada rangkaian untuk menyemprotkan cairan pestisida sesuai kebutuhan lahan. Sistem ini menggunakan mikrokontroler Arduino Pro Mini untuk pengontrolan.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., menyambut baik inovasi Firman dan berharap lebih banyak lagi karya mahasiswa Teknokrat yang dapat diterapkan dalam pertanian di Lampung.

Dengan adanya pengembangan teknologi seperti ini, diharapkan pertanian di wilayah tersebut dapat semakin maju dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *