BERITA

Kisah Kontroversial: Identitas Perajin Keripik di Krui Selatan Pesisir Barat Digunakan untuk Meraih Dana Rp20 Juta dari Kementerian Koperasi UMKM

43
×

Kisah Kontroversial: Identitas Perajin Keripik di Krui Selatan Pesisir Barat Digunakan untuk Meraih Dana Rp20 Juta dari Kementerian Koperasi UMKM

Sebarkan artikel ini
Nama Perajin Keripik di Krui Selatan Pesisir Barat ini Dicatut untuk Dapat Rp20 Juta dari Kementerian Koperasi UMKM
Nama Perajin Keripik di Krui Selatan Pesisir Barat ini Dicatut untuk Dapat Rp20 Juta dari Kementerian Koperasi UMKM

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Mirpako (54), seorang warga Pekon Way Suluh, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, mengungkapkan dugaan penyalahgunaan namanya dan usahanya untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM).

Merpako menyatakan bahwa informasi yang diterimanya menunjukkan bahwa bantuan tersebut diambil atas nama usahanya, namun ia tidak pernah menerima dana sejumlah Rp20 juta yang disebutkan.

Kejadian ini diketahui ketika Ketua PKK Pekon Sukajadi Kecamatan Krui Selatan memberikan selamat atas bantuan yang didapatkan oleh usahanya, UMKM Telaga Jaya, melalui Bank BNI.

“Saya kaget karena tidak pernah merasa mendapat bantuan itu,” ungkap Merpako. Ia mengaku tidak mengenal seseorang bernama Susilawati, yang diduga mencatut identitas usahanya.

Meski beberapa waktu lalu ada dua perempuan yang datang dan meminta izin untuk mengambil foto-foto produksi UMKM keripiknya, Merpako menganggap hal tersebut sebagai permintaan biasa.

“Tetapi kemarin siang saya terkejut karena mendapat informasi dari orang datang langsung ke tempat saya, sesama pelaku UMKM. Salah satunya Ketua PKK Pekon Sukajadi Kecamatan Krui Selatan yang menyampaikan selamat usaha produksi keripik saya UMKM Telaga Jaya mendapat bantuan Rp20 juta,” jelasnya.

Merpako berharap dapat bertemu dengan orang yang mencatut namanya dan usahanya untuk menjelaskan situasi sebenarnya.

Meski ia tidak berniat melaporkan ke pihak berwajib, Merpako menegaskan pentingnya pertanggungjawaban terkait bantuan tersebut.

“Dengan kondisi saya ini hanya akan menambah sibuk atau repotnya saya saja,” tuturnya.

Meskipun tidak merinci program bantuan yang dimaksud, Merpako mengindikasikan bahwa informasi yang diterimanya menyebutkan Anggota DPR RI Arzeti Bilbina sebagai koordinator bantuan dari Kementerian tersebut.

Seiring berjalannya waktu, semakin jelas bahwa kisah dugaan penyalahgunaan identitas ini perlu mendapat perhatian serius untuk memastikan kejelasan dan keadilan bagi Merpako dan usahanya, serta untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.