BERITA

Kisah Dramatis: Truk Muatan Beras 10 Ton ‘Rem Blong’ di Sekincau, Lampung Barat

80
×

Kisah Dramatis: Truk Muatan Beras 10 Ton ‘Rem Blong’ di Sekincau, Lampung Barat

Sebarkan artikel ini
Rem Blong, Truk Muatan Beras 10 Ton dari Kota Gajah Lampung Tengah, Terjun ke Jurang di Sekincau Lampung Barat
Rem Blong, Truk Muatan Beras 10 Ton dari Kota Gajah Lampung Tengah, Terjun ke Jurang di Sekincau Lampung Barat

Media90 – Sebuah kecelakaan tragis menimpa truk BE 8603 FR yang membawa muatan beras seberat 10 ton dari Kota Gajah Lampung Tengah menuju Liwa.

Kejadian tersebut terjadi di jalan nasional lintas Liwa, tepatnya di turunan cucian Giham, Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, kabupaten Lampung Barat pada Selasa (4/6/2024).

Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Redi Triono (24) warga Seputih Raman Lampung Tengah, dengan dua penumpang lainnya.

Menurut keterangan Redi Triono, saat truk tersebut tiba di turunan giham, rem tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Upaya untuk menggunakan rem tangan juga sia-sia. Hasilnya, truk itu terbalik dan jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 7 meter.

“Saat di turunan saya ngerem sudah tidak tertahan lagi. Rem tangan juga begitu. Lalu saya banting setir ke kanan mobil terbalik dan menghantam rumpun bambu,” jelas Redi Triono.

Kapolsek Sekincau, AKP Sahril Paison, yang mewakili Kapolres Lampung Barat, AKBP Ryky Widya Muharam, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut diketahui dari laporan masyarakat.

Langsung setelah menerima laporan, pihak kepolisian segera bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memberikan bantuan.

“Tadi pagi kami mendapat informasi dari masyarakat terjadi kecelakaan lalu lintas yaitu sebuah truk masuk jurang. Saya langsung perintahkan anggota segera mendatangi TKP dan segera membantu evakuasi korban serta mengamankan barang muatan milik korban,” ujar Kapolsek.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sopir dan kedua penumpangnya hanya mengalami luka-luka ringan.

Saat ini, mereka sedang menjalani perawatan di Puskesmas Giham. Sementara itu, muatan berupa beras sebanyak 10 ton masih dijaga oleh petugas sambil menunggu kendaraan pengganti untuk mengantarkannya ke tujuan akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *