BERITA

Kemarau Mencekam, Ketiga Lokasi di Pesisir Barat Mengancam dengan Kebakaran Hutan dan Lahan

181
×

Kemarau Mencekam, Ketiga Lokasi di Pesisir Barat Mengancam dengan Kebakaran Hutan dan Lahan

Sebarkan artikel ini
Musim Kemarau, Waspadai Tiga Titik di Pesisir Barat ini Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Musim Kemarau, Waspadai Tiga Titik di Pesisir Barat ini Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Musim kemarau yang sedang berlangsung telah menimbulkan keprihatinan di wilayah Pesisir Barat, Lampung.

Polres Pesisir Barat mencatat adanya tiga titik lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang perlu diwaspadai untuk mencegah potensi bencana kebakaran yang lebih luas.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Pesisir Barat, AKP Abdul Rasyid, memberikan informasi bahwa saat ini telah terpantau tiga titik panas Karhutla di wilayah hukum Polres Pesisir Barat.

Ketiga lokasi ini memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan dengan sekitar berada di tiga kecamatan yang menjadi sorotan pihak berwenang.

“Kami mendeteksi adanya titik panas atau area dengan suhu lebih tinggi daripada sekitarnya di tiga kecamatan,” ungkap AKP Abdul Rasyid pada Minggu, 6 Agustus 2023.

Tiga titik lokasi rawan Karhutla tersebut terletak di Pekon Lintik, Kecamatan Krui Selatan, Kecamatan Lemong, dan Desa Kota Batu, Kecamatan Ngaras.

Meskipun saat ini tiga titik panas rawan Karhutla telah berhasil dipadamkan, namun pihak berwenang tetap memantau dengan ketat agar tidak terjadi lagi kebakaran yang dapat mengancam lingkungan dan masyarakat sekitar.

AKP Abdul Rasyid menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan sejak dini. Salah satu langkah yang sangat dihindari adalah pembakaran lahan.

“Kami mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam pencegahan sejak dini, dengan cara tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Abdul Rasyid.

Polisi dengan tegas menekankan kepada masyarakat untuk menghindari melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi cuaca panas ekstrem seperti saat ini.

Jika terjadi pembakaran, maka api dapat dengan mudah menyebar dan menyulut kebakaran yang lebih besar dan berbahaya.

Dengan keterlibatan dan kesadaran aktif masyarakat, diharapkan risiko terjadinya Karhutla dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Kolaborasi antara pihak berwenang dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keamanan wilayah Pesisir Barat, Lampung, dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *