BERITA

Keluhan Warga Panjang Bandar Lampung: Jalan Rusak dan Licin karena Stockpile Batubara

100
×

Keluhan Warga Panjang Bandar Lampung: Jalan Rusak dan Licin karena Stockpile Batubara

Sebarkan artikel ini
Warga Panjang Bandar Lampung Keluhkan Jalan Rusak dan Licin Akibat Aktivitas Stockpile Batubara
Warga Panjang Bandar Lampung Keluhkan Jalan Rusak dan Licin Akibat Aktivitas Stockpile Batubara

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Warga Kecamatan Panjang Bandar Lampung dan sekitarnya tengah bersuara lantang terkait kondisi jalan yang semakin memburuk dan licin karena aktivitas stockpile batubara.

Dari depan Gudang Garam hingga ke Gudang Bumi Waras di Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras, warga merasa terganggu dengan kondisi jalan yang tidak memadai.

Keluhan-keluhan tersebut terungkap melalui berbagai postingan dalam grup Facebook New GWKP (Grup Warga Kota Panjang) dalam beberapa waktu terakhir.

Warga tidak hanya mengeluhkan, tetapi juga mendokumentasikan kondisi jalan tersebut dengan foto dan video sebagai bukti atas keluhan mereka.

Salah satu netizen, Cep’s Stoner, membagikan foto jalan dengan caption yang menyatakan rasa frustasinya, “ini jalan depan pt gudang garam waylunik serasa tinggal di pertambangan Batubara penuh Batubara gaessss.”

Sementara netizen lain, M. Teguh, menyampaikan kekesalannya, “Gila parah benerr woyy jalan depan gudang garam sampe depan gudang bewe jlnya licin lumpur batu bara semuah bikin ke clakan orang aja tolongg yangg punya lahan di bersihin di semprot pakay damker tu dari depan SPBU way Lunik smpay BW jangan sampe orang Laen berkendara knak korban lalu lintas jalan.”

Bukan hanya itu, ada juga postingan dari Kudri Taylor yang meminta tindakan kepada pemerintah setempat, “Admin tolong lolos in Buat wali kota tolong di tertif in keluar masuk batu bara di depan gudang garam karna lumpur nya sangat menggu pengguna jln ujan licin panas debu kadang ada batu gede2 di jln dari jembat an kuala sampai jln baru itu lumpur nya udh kaya jln di kebon tolong dong itu klau bisa di tutuf aja itu batu bara nya itu.”

Namun, tidak semua netizen sepakat untuk menyalahkan pemerintah kota. Seorang netizen dengan akun bernama Yg Paham menyoroti kompleksitas permasalahan ini dan memperingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan upaya menjatuhkan pemerintah setempat, khususnya menjelang pilkada.

Reaksi dari masyarakat ini mengundang beragam komentar dan dukungan. Banyak yang menyerukan agar pemerintah dan aparat segera mengambil tindakan untuk menertibkan situasi ini.

Menyikapi hal ini, Wali Kota Bandar Lampung, melalui Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto, menegaskan bahwa pemerintah kota sudah mengambil sikap tegas terkait keluhan warga terhadap stockpile batubara di Way Lunik dan Sukaraja.

Budi menyebutkan bahwa Wali Kota Eva Dwiana telah memberikan batas waktu tiga hari kepada perusahaan stockpile untuk segera pindah.

Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun perusahaan stockpile yang mematuhi perintah Pemkot Bandar Lampung untuk memindahkan aktivitasnya.

Hal ini menyebabkan ketidakpuasan warga semakin bertambah karena debu dan kerusakan jalan yang menjadi masalah serius dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Berdasarkan data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung, tercatat delapan perusahaan stockpile batubara yang beroperasi di Bandar Lampung.

Dari delapan perusahaan tersebut, hanya satu yang memiliki izin resmi, sementara tujuh lainnya masih beroperasi tanpa izin.

Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan adalah PT SME yang berlokasi di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.

Meskipun belum memiliki izin, perusahaan ini tetap melanjutkan aktivitasnya, bahkan setelah diminta oleh Pemkot Bandar Lampung untuk mengosongkan lokasi stockpile karena mencemari udara.

Dengan kondisi ini, masyarakat Bandar Lampung menantikan tindakan nyata dari pemerintah setempat untuk menyelesaikan permasalahan ini sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *