BERITA

Kekejaman Cemburu: Suami di Abung Selatan Lampung Utara Bacok Istri, Jarinya Putus!

128
×

Kekejaman Cemburu: Suami di Abung Selatan Lampung Utara Bacok Istri, Jarinya Putus!

Sebarkan artikel ini
Cemburu Buta, Suami di Abung Selatan Lampung Utara ini Bacok Istri hingga Jarinya Putus
Cemburu Buta, Suami di Abung Selatan Lampung Utara ini Bacok Istri hingga Jarinya Putus

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Sebuah tragedi rumah tangga mengguncang Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara pada Rabu (1/5/2024) sore.

Roni (27), seorang suami yang diduga tak terkendali oleh rasa cemburu, nekat membacok istrinya, Badriah, dengan menggunakan senjata tajam.

Menurut keterangan resmi dari Kapolres Lampung Utara, AKBP Teddy Rachesna, peristiwa tragis tersebut terjadi akibat konflik dalam rumah tangga yang dipicu oleh rasa cemburu yang berlebihan. Pelaku, Roni, diduga menuduh istrinya berselingkuh dengan pria lain.

“Saat korban pulang dari pasar, terjadi cekcok mulut antara suami dan istri. Emosi pelaku tidak terkendali sehingga dia melukai korban dengan menggunakan senjata tajam berupa pisau,” ungkap Teddy Rachesna pada Kamis (2/5/2024).

Dampak dari serangan itu sangat menyakitkan bagi Badriah. Dia mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, termasuk tiga luka di kepala dan luka-luka di kedua tangannya.

Yang paling tragis, jarinya putus akibat serangan pisau yang dilancarkan oleh suaminya sendiri.

Ketika keributan terjadi, warga sekitar langsung memberikan informasi kepada pihak kepolisian setempat. Dengan cepat, petugas dari Polsek Abung Selatan tiba di lokasi kejadian.

Namun, Roni melarikan diri menuju perkebunan jagung setempat. Sementara itu, Badriah terkapar di lantai rumah, menderita luka-luka parah. Dia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh polisi dan warga setempat untuk mendapatkan perawatan medis yang segera.

“Pelaku berhasil ditangkap di sekitar peladangan jagung setelah tim kami melakukan pencarian. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan intensif,” tambah Teddy Rachesna.

Peristiwa tragis ini sekali lagi menyoroti keberadaan kekerasan dalam rumah tangga yang sering kali dipicu oleh emosi yang tidak terkendali.

Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya penanganan yang cepat dan tegas terhadap pelaku kekerasan dalam rumah tangga agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *