BERITA

Kejayaan Dua Mahasiswa FEB Unila: Menangkan Kompetisi Essay Nasional NEC di Universitas Medan

192
×

Kejayaan Dua Mahasiswa FEB Unila: Menangkan Kompetisi Essay Nasional NEC di Universitas Medan

Sebarkan artikel ini
Kejayaan Dua Mahasiswa FEB Unila Menangkan Kompetisi Essay Nasional NEC di Universitas Medan
Kejayaan Dua Mahasiswa FEB Unila Menangkan Kompetisi Essay Nasional NEC di Universitas Medan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Lampung (Unila), Dedek Catur Amung Saputra dan Padma Dewi Piranti, telah berhasil meraih posisi juara dalam kompetisi essay pada National English Competition (NEC) yang berlangsung dari 16 Januari hingga 4 Mei 2023.

NEC merupakan ajang bergengsi yang diadakan secara online oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) BSI-FBS Universitas Negeri Medan (Unimed) sejak tahun 2012.

Acara ini dihadiri oleh para pemuda-pemudi Indonesia yang ingin mengekspresikan kreativitas dan inovasi dalam bahasa Inggris.

Dalam esai mereka, kedua mahasiswa Unila ini mengangkat tema menarik yang berjudul “SeTo (Search of Tutor): Platform Digital untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif dan Kualitas Pendidikan di Kalangan Pemuda Indonesia sebagai Upaya Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Ide yang mereka usulkan adalah menciptakan sebuah platform digital yang dapat mempertemukan tutor dan murid yang ingin belajar melalui aplikasi, terinspirasi dari konsep aplikasi ojek online yang sukses di Indonesia.

“Konsepnya mirip dengan Gojek, di mana Gojek mempertemukan ojek dengan pelanggan yang ingin menggunakan jasa ojek. Kami ingin mempertemukan tutor dengan individu yang membutuhkan bimbingan,” ungkap Putra pada hari Minggu (9/7/2023).

Putra juga mengakui bahwa proses penyusunan esai ini tidaklah mudah, terutama dengan jadwal perkuliahan yang padat.

Namun, melalui kerjasama tim yang baik, ia dan Padma berhasil menyelesaikan esai dengan baik.

Mereka sering melakukan pertemuan untuk mengembangkan ide dan membagi tugas secara efisien.

Putra juga memberikan saran kepada mahasiswa Unila lainnya yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi serupa agar berani memulai.

“Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Hal ini benar, karena dari kegagalan kita dapat belajar hal-hal penting dalam menciptakan sebuah karya,” ujar Putra.

Putra dan Padma juga merasa bersyukur atas pencapaian mereka dan berharap bahwa hal ini akan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus meraih prestasi dan memberikan kontribusi lebih besar bagi Unila.

Keberhasilan mereka dalam NEC adalah prestasi yang membanggakan dan menjadi bukti kemampuan serta dedikasi mahasiswa FEB Unila.

Diharapkan, ide revolusioner mereka dapat menginspirasi pemuda-pemudi Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *