BERITA

Kejadian Mengerikan: Harimau Serang Teman, Massa Amuk Kantor Resort TNBBS Suoh Lampung Barat

39
×

Kejadian Mengerikan: Harimau Serang Teman, Massa Amuk Kantor Resort TNBBS Suoh Lampung Barat

Sebarkan artikel ini
Emosi Temannya Diterkam Harimau, Massa Bakar Kantor Resort TNBBS Suoh Lampung Barat
Emosi Temannya Diterkam Harimau, Massa Bakar Kantor Resort TNBBS Suoh Lampung Barat

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Kantor Resort Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Suoh, Lampung Barat, menjadi sasaran amuk ratusan orang pada Senin (11/3/2024).

Kejadian ini diduga dipicu oleh emosi warga setelah mendengar kabar seorang teman mereka menjadi korban serangan harimau.

Video amatir yang beredar memperlihatkan adegan mengerikan di depan kantor Resort TNBBS Suoh.

Ratusan warga berkumpul dengan teriakan membara, meneriakkan kata-kata “bakar, bakar!” Massa yang dipicu emosi ini juga merusak fasilitas negara dengan cara membakar dan merobohkan dinding tembok kantor Resort.

Saat ini, warga yang diduga menjadi korban serangan harimau adalah Samanan, yang tinggal di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

Dalam video yang beredar, korban terlihat sedang dirawat di salah satu rumah sakit di wilayah Lampung Barat.

Seorang sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyampaikan kekesalannya terhadap kejadian tersebut.

“Ya, itu video yang kami terima, kondisinya memang sangat mengenaskan. Kami sangat kesal dengan keganasan yang ditimbulkan oleh serangan harimau, yang sudah menjadi momok bagi para petani di daerah ini. Namun, kami juga merasa frustrasi karena tidak ada tindakan atau solusi yang bisa menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Kepala Balai TNBBS, Ismanto, membenarkan adanya serangan massa terhadap kantor Resort Suoh.

Namun, ia enggan memberikan komentar lebih lanjut karena proses penanganan kejadian tersebut masih berlangsung di lapangan.

“Tolong bersabar, saya belum bisa memberikan penjelasan secara rinci. Saat ini, saya sedang fokus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk meredam emosi massa. Yang kami minta hanyalah ketenangan bagi masyarakat dan petugas polhut,” katanya sebelum menutup teleponnya.

Peristiwa ini menjadi cerminan dari kompleksitas dalam penanganan konflik antara manusia dan satwa liar di daerah pedesaan.

Pihak berwenang diharapkan segera mengambil tindakan preventif dan solutif untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *