BERITA

Kecelakaan Maut di Hajimena Natar: Mobil Xenia Tabrakan dengan Kereta, Empat Orang Terluka

195
×

Kecelakaan Maut di Hajimena Natar: Mobil Xenia Tabrakan dengan Kereta, Empat Orang Terluka

Sebarkan artikel ini
Pulang Jemput Sekolah, Mobil Xenia Tertabrak Kereta Babaranjang di Hajimena Natar, Empat Orang Luka-Luka
Pulang Jemput Sekolah, Mobil Xenia Tertabrak Kereta Babaranjang di Hajimena Natar, Empat Orang Luka-Luka

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Pada Senin (31/7/2023), sebuah minibus Daihatsu Xenia berwarna silver dengan nomor polisi BE 1182 VT mengalami kecelakaan maut setelah tertabrak oleh Kereta Api (KA) Batubara Rangkai Panjang (Babaranjang) di perlintasan sebidang di Jalan Sebiay, Kelurahan Hajimena, Natar, Lampung Selatan.

Akibat kecelakaan ini, empat penumpang yang berada di dalam mobil mengalami luka-luka.

Menurut keterangan seorang warga bernama Hendri, peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIB.

Mobil tersebut sedang mengangkut empat penumpang, terdiri dari satu orang dewasa laki-laki dan tiga anak-anak.

Mobil tersebut berada dalam perjalanan dari arah SMPN 3 Natar menuju Jalan Bypass Soekarno Hatta.

“Hanya saja, sopir mobil sepertinya tidak mendengar atau tidak menyadari adanya klakson kereta api saat hendak melintasi rel. Mobil ini seperti baru saja menjemput anak-anaknya pulang sekolah,” ujar Hendri.

Dari penuturan warga sekitar, diketahui bahwa kondisi perlintasan tersebut tidak dilengkapi dengan sirine, hanya terdapat palang pintu saja, yang nota bene dipasang oleh warga sekitar.

Palang pintu tersebut biasanya dijaga oleh seorang pria tua yang melakukan tugasnya dengan sukarela.

“Palang pintu ini dibuat oleh warga setempat, dan biasanya ada seorang bapak tua yang sukarela menjaganya. Sayangnya, saat kejadian, beliau tidak berada di lokasi karena sedang makan di rumah,” ungkap seorang warga.

Setelah kejadian tersebut, empat penumpang yang berada di dalam mobil langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT KAI (Persero) maupun kepolisian terkait insiden ini.

Dari pantauan Lampungpro.co, kondisi perlintasan rel kereta api yang hanya dilengkapi dengan palang pintu ini seringkali dilewati oleh masyarakat.

Namun, sayangnya, belum ada palang pintu otomatis yang dilengkapi dengan sirine yang dibangun oleh pihak PT KAI untuk mengamankan perlintasan tersebut.

Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk lebih memperhatikan keselamatan di perlintasan sebidang, termasuk pemasangan perangkat yang lebih modern guna meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat berakibat fatal.

Semoga kejadian ini dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan selalu memprioritaskan keselamatan dalam berlalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *