BERITA

Inovasi Luar Biasa: Pemkab Lampung Selatan Menanggapi Krisis, Berikan Solusi Baru untuk Penanganan Hewan Ternak di Luar Jawa

26
×

Inovasi Luar Biasa: Pemkab Lampung Selatan Menanggapi Krisis, Berikan Solusi Baru untuk Penanganan Hewan Ternak di Luar Jawa

Sebarkan artikel ini
Pertama di Luar Jawa, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Penanganan Hewan Ternak Warga Akibat Bencana
Pertama di Luar Jawa, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Penanganan Hewan Ternak Warga Akibat Bencana

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Pada Rabu, 27 Desember 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyelenggarakan sosialisasi Kajian Risiko Bencana (KRB) di Aula Krakatau, Kantor Bupati.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, dengan mengundang konsultan dari CV Hasta Tunggal Pratama sebagai narasumber.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, yang didampingi oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, Rini Ariasih.

Ariswandi, Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, menyampaikan bahwa sosialisasi KRB ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi risiko bencana di wilayah tersebut, dengan tujuan meningkatkan mitigasi dan kapasitas kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

“Upaya penanggulangan bencana di wilayah Lampung Selatan harus terus berkoordinasi, terutama di jajaran lintas sektoral. Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan tanggap darurat melainkan keseluruhan manajemen risiko kebencanaan,” ujar Ariswandi.

BPBD Lampung Selatan telah menyelesaikan rencana kontigensi bencana alam pada tahun 2023, termasuk rencana kontigensi tsunami, banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrim.

Selain itu, mereka juga menambah rencana kontigensi untuk penanganan ternak akibat bencana.

Ariswandi menekankan bahwa, “Melihat potensi bencana alam di wilayah kita, Kabupaten Lampung Selatan perlu menyusun rencana kontingensi untuk mengantisipasi bencana sebagai salah satu bentuk perencanaan untuk kondisi saat bencana terjadi.”

Sementara itu, Ir. Lili Mawarti, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, menambahkan bahwa penyusunan dokumen ini penting untuk mengantisipasi keadaan darurat terhadap ternak secara cepat, tepat, dan terpadu.

“Bencana yang tidak menentu kapan akan terjadi memerlukan kesiapsiagaan dan perencanaan yang matang agar menekan kerugian yang lebih besar, termasuk ternak, dimana akan terjadi penurunan produktivitas, kesakitan, kematian, dan kerusakan infrastruktur peternakan,” ungkap Lili Mawarti.

Lili Mawarti juga menyoroti bahwa Lampung menjadi pilot project dokumen rencana kontingensi penanganan ternak akibat bencana di luar Jawa.

Harapannya, hasil dari inisiatif ini dapat menjadi panduan bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan serupa.