BERITAOTOMOTIF

Blue Bird Mengumumkan Penambahan 500 Unit Mobil Listrik Buatan BYD dalam Flotanya

119
×

Blue Bird Mengumumkan Penambahan 500 Unit Mobil Listrik Buatan BYD dalam Flotanya

Sebarkan artikel ini
Blue Bird Mengumumkan Penambahan 500 Unit Mobil Listrik Buatan BYD dalam Flotanya
Blue Bird Mengumumkan Penambahan 500 Unit Mobil Listrik Buatan BYD dalam Flotanya

Media90 – Perusahaan penyedia jasa layanan transportasi PT Blue Bird Tbk dikabarkan akan menambah 500 unit mobil listrik buatan BYD pada tahun ini. Langkah ini diambil lantaran Blue Bird menilai mobil listrik memiliki biaya operasional yang sangat rendah.

Dilaporkan oleh Car News China yang mengutip Bloomberg, Blue Bird mengatakan sekitar 80% dari 500 unit mobil listrik yang dipesan akan masuk ke Indonesia tahun ini. Model yang akan digunakan pun terdiri dari BYD E6 dan BYD T3 yang dianggap sangat cocok untuk digunakan di Indonesia yang beriklim tropis.

Presiden PT Blue Bird Tbk, Sigit Priawan Djokosoetono, menyoroti pentingnya mempertimbangkan harga dalam pemilihan unit yang akan dipakai. Ia mengatakan akan sangat sulit membebankan biaya kepada pelanggan jika tarifnya terlalu mahal. Hal inilah yang menjadi poin utama yang dievaluasi pihaknya dengan cermat. Terlebih harga mobil listrik yang ditawarkan oleh BYD cukup memberikan peran penting bagi Blue Bird dalam mengambil keputusan.

Mobil Listrik Buatan BYD
Mobil Listrik Buatan BYD

Bahkan Sigit Priawan juga mengatakan bahwa perusahaan berlogo Burung Biru ini berencana membeli 50 unit mobil listrik Hyundai. Tak hanya itu, mobil listrik BMW juga masuk dalam radar untuk sistem penyewaan. Penambahan ini tentunya akan menambah portofolio perusahaan dalam menyediakan mobil listrik.

Walaupun saat ini Blue Bird masih memiliki sekitar 23.000 unit kendaraan berbahan bakar konvensional. Selain menambah mobil listrik, Blue Bird juga berencana menambah armada berbahan bakar gas hingga 6.000 unit hingga tahun depan. Dengan menggunakan mobil listrik dan gas, diharapkan perusahaan bisa memangkas biaya operasional. Jika melihat hal tersebut, nampaknya peluang perusahaan untuk menambah armada bisa terbuka lebar.

Terlebih Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) antara Republik Indonesia dengan BYD di Shenzhen, Cina, pada Kamis (25/05/2023) lalu.

BYD sendiri saat ini bukanlah merek yang bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, merek Cina tersebut saat ini memiliki pangsa pasar kendaraan listrik global terbesar dan terus berkembang di Asia dan Eropa. Bahkan pada 2022 lalu, BYD memiliki total penjualan global yang mencapai angka 1,85 juta unit. Jumlah ini naik dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 593.745 unit.