BERITA

Bebai Maghing: Resep Kue Khas Ulun Lappung untuk Menu Buka Puasa Ramadan

56
×

Bebai Maghing: Resep Kue Khas Ulun Lappung untuk Menu Buka Puasa Ramadan

Sebarkan artikel ini
Bebai Maghing, Kue Khas Ulun Lappung untuk Buka Puasa Ramadan, Begini Cara Membuatnya
Bebai Maghing, Kue Khas Ulun Lappung untuk Buka Puasa Ramadan, Begini Cara Membuatnya

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tabik puuun! Teriring salam semoga kita semua dalam keadaan sehat dan diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Kebudayaan Lampung selalu hadir menyertai eksistensi suku bangsa Lampung sejak awal keberadaannya.

Salah satu pilar utama budaya yang menjadi perhatian pada era kekinian adalah kulinernya yang unik dan maknyus. Kali ini saya memperkenalkan kuliner khususnya kue yang merupakan warisan suku bangsa Lampung.

Setiap kali kita mendengar tentang kue Lampung, salah satu yang terlintas adalah kue khas yang dikenal dengan nama bebai maghing atau kadang juga disebut sebagai ‘berebus’.

Ya, kue (atau dalam bahasa Lampung disebut juadah) memang makanan yang sering hadir saat buka puasa Ramadan.

Nama ‘Bebai maghing’ ini tampaknya memang menggambarkan bahwa kue ini mudah dibuat, bahkan oleh ibu-ibu yang sedang sakit.

Rasanya yang manis dari gula aren, kelembutan ketan hitam, dan aroma harum pisang menjadikannya sangat lezat.

Bebai maghing, atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘berebus’, merupakan salah satu kuliner khas Lampung yang sangat terkenal. Secara harfiah, ‘bebai maghing’ berarti ‘wanita sakit’.

Ada juga yang menyebut makanan ini dengan sebutan ‘berebus’ atau “binjak injak”, yang artinya ‘berat atau susah bangun’.

Pembuatan kue bebai maghing tidaklah sulit, bahkan sangat mudah. Rasanya yang nikmat benar-benar membuat orang sulit berhenti memakannya.

Terutama jika disantap bersama segelas es kelapa muda atau cendol saat berbuka puasa. Dipastikan, Anda akan ketagihan.

Bagaimana cara membuatnya? Untuk membuat kue ini, cukup sediakan ketan hitam atau putih, pisang raja/rejang yang sudah matang, kelapa parut, gula/gula aren (sesuai selera), sedikit garam, dan daun pisang.

Caranya, rendam ketan sebentar kemudian campur dengan pisang masak dan parutan kelapa agar rasanya gurih.

Tambahkan gula aren secukupnya dan aduk hingga merata. Selanjutnya, bungkus dengan daun pisang dan rebus seperti merebus ketupat.

Setelah matang dan didinginkan, bebai maghing siap untuk disantap. Dengan semua keistimewaannya ini, bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mencicipi kue istimewa Lampung ini?

Selamat berpuasa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *