BERITA

Banjir Melanda Bandar Lampung: HIPMI Laporkan Kerugian Ekonomi Mencapai Rp197 Miliar

163
×

Banjir Melanda Bandar Lampung: HIPMI Laporkan Kerugian Ekonomi Mencapai Rp197 Miliar

Sebarkan artikel ini
Banjir di Bandar Lampung, HIPMI Catat Kerugian Ekonomi Capai Rp197 Miliar
Banjir di Bandar Lampung, HIPMI Catat Kerugian Ekonomi Capai Rp197 Miliar

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung mencatat bahwa dampak banjir yang melanda Bandar Lampung pada Sabtu (24/2/2024) telah menyebabkan kerugian ekonomi yang mencapai angka yang mencengangkan, yakni mencapai Rp197 miliar.

Banjir yang menghantam Bandar Lampung tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian fisik pada bangunan dan infrastruktur, tetapi juga berdampak signifikan terhadap masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Lampung.

Ketua HIPMI Lampung, Ahmad Giri Akbar, menjelaskan bahwa kerugian tersebut melibatkan berbagai aspek, mulai dari kerugian materiil seperti bangunan rumah, mesin produksi, hingga mini pabrik, terutama yang berada di area produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Dampak banjir juga dirasakan oleh sektor transportasi dengan terendamnya kendaraan bermotor serta usaha hewan ternak seperti ikan. Bahkan, barang elektronik dan alat rumah tangga juga tidak luput dari kerugian yang signifikan,” ujar Ahmad Giri Akbar dalam keterangannya pada Senin (26/2/2024).

Lebih lanjut, HIPMI juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap laju ekonomi setempat. Terhambatnya perputaran uang selama masa banjir berlangsung diperkirakan akan menyebabkan penurunan ekonomi hingga mencapai 30 persen.

“Hal ini tentunya akan berdampak besar bagi para pelaku UMKM, yang membutuhkan waktu dan usaha ekstra untuk merevitalisasi usahanya setelah musibah banjir,” tambahnya.

HIPMI berkomitmen untuk melakukan inventarisasi secara detail terkait kerugian yang dialami oleh para pelaku usaha akibat banjir.

Namun, untuk menangani masalah ini secara efektif, diperlukan kerjasama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Kota Bandar Lampung juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah lebih proaktif dalam mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan, terutama saat musim hujan melanda wilayah Bandar Lampung.

Kerugian besar yang ditimbulkan oleh banjir ini semakin menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan bencana secara komprehensif.

Hal ini tidak hanya untuk melindungi masyarakat, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan usaha di wilayah yang terdampak bencana seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *