BERITA

Badai Petir Terbentuk Akibat Letusan Gunung Ibu

28
×

Badai Petir Terbentuk Akibat Letusan Gunung Ibu

Sebarkan artikel ini
Letusan Gunung Ibu Ciptakan Badai Petir
Letusan Gunung Ibu Ciptakan Badai Petir

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Aktivitas erupsi Gunung Ibu, yang terletak di barat laut Pulau Halmahera, Maluku Utara, telah menciptakan fenomena alam yang menakjubkan.

Badai petir bersama dengan lontaran lava pijar dan abu vulkanik memenuhi langit seiring dengan keluarnya materi dari kawah gunung tersebut.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, letusan terjadi pada Sabtu, 11 Mei 2024, pukul 00.24 WIT.

Peristiwa ini menghasilkan kolom abu setinggi empat kilometer. “Lontaran lava pijar mencapai ketinggian sekitar 800 meter di atas puncak gunung,” ujarnya seperti yang dilaporkan oleh Mediaindonesia.com pada Sabtu, 11 Mei 2024.

Hendra menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke utara dan barat laut.

Letusan ini tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama 6 menit 27 detik.

Sementara itu, lontaran lava pijar turun hingga sekitar 1.000 meter di bawah bibir kawah. Suara dentuman dan gemuruh akibat letusan terdengar bahkan hingga ke pos pengamatan Gunung Ibu.

Badai petir vulkanik yang terjadi selama erupsi disebabkan oleh suhu tinggi yang memanaskan ion-ion gas, menciptakan loncatan muatan listrik yang spektakuler.

Hendra menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa erupsi ini. “Perkampungan berada di luar zona yang direkomendasikan oleh Badan Geologi. Lontaran lava pijar diperkirakan berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat erupsi, dan kolom erupsi mencapai ketinggian sekitar 4.000 meter,” katanya.

Gunung Ibu, yang memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut, kini berstatus siaga level III sejak 8 Mei 2024.

PVMBG meningkatkan status gunung api tipe strato ini karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik dan kegempaan yang signifikan.

Masyarakat sekitar diminta untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari otoritas terkait guna mengurangi risiko bencana yang mungkin timbul akibat aktivitas vulkanik tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *