TEKNO

Mitos atau Fakta? Pengisi Daya Nirkabel dan Daya Tahan Baterai Ponsel: Penjelasan yang Tepat

79
×

Mitos atau Fakta? Pengisi Daya Nirkabel dan Daya Tahan Baterai Ponsel: Penjelasan yang Tepat

Sebarkan artikel ini
Benarkah pengisi daya nirkabel dapat merusak daya tahan baterai ponsel Begini penjelasannya
Benarkah pengisi daya nirkabel dapat merusak daya tahan baterai ponsel Begini penjelasannya

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Pengisian daya nirkabel, atau wireless charging, telah menjadi fitur yang semakin umum di smartphone flagship saat ini.

Dengan kemudahan pengisian tanpa kabel, pengguna tidak perlu lagi repot mencolokkan kabel ke ponsel mereka setiap kali baterai habis.

Namun, meskipun nyaman, masih ada kekhawatiran yang berkembang bahwa pengisian daya nirkabel dapat merusak masa pakai baterai.

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, apakah pengisian daya nirkabel benar-benar aman untuk baterai ponsel?

Sejumlah penelusuran di internet telah mengungkapkan ketakutan ini, dan penelitian dari University of Warwick yang dilansir oleh trustedreviews.com bahkan menyebutkan bahwa pengisian daya nirkabel dapat memiliki dampak negatif pada masa pakai baterai.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa pengisian daya nirkabel melibatkan transmisi energi melalui celah udara, sebuah proses yang menghasilkan panas.

Hal ini terjadi karena permukaan ponsel dan pad pengisian daya harus berada dalam jarak yang sangat dekat, yang dapat menyebabkan paparan panas berkepanjangan yang pada akhirnya dapat merusak baterai lithium-ion ponsel.

Baterai jenis ini terutama sensitif terhadap suhu tinggi, dan suhu di atas 30 derajat Celcius dapat merusaknya.

Studi tersebut mencatat bahwa ponsel mencapai suhu 27,5 derajat Celcius selama pengisian daya berkabel standar, tetapi suhu meningkat menjadi 30,5 derajat Celcius selama pengisian daya nirkabel.

Tingkat panas ini melebihi suhu maksimum ideal untuk sel baterai lithium-ion.

Permasalahan semakin memburuk ketika pengguna tidak meletakkan ponsel mereka dengan benar di atas pad pengisian daya nirkabel.

Hal ini mengakibatkan pengisi daya nirkabel meningkatkan daya pemancar untuk mencoba mengimbanginya, yang berarti lebih banyak panas dihasilkan dan potensi kerusakan pada baterai semakin besar.

Masalah lainnya adalah lokasi kumparan pada pengisi daya nirkabel sering kali tidak jelas, sehingga pengguna seringkali kesulitan untuk menempatkan ponsel dengan tepat.

Namun, tidak perlu khawatir sepenuhnya. Standar pengisian daya nirkabel seperti Qi telah mengimplementasikan pedoman ketat untuk mengatasi masalah panas ini.

Setiap pengisi daya nirkabel yang bersertifikasi Qi harus memiliki mekanisme yang mengatur kecepatan pengisian daya untuk mengelola panas.

Misalnya, jika pengisi daya nirkabel yang bersertifikasi Qi mendeteksi adanya panas berlebihan, kecepatan pengisian daya akan otomatis dikurangi.

Output energi yang lebih rendah berarti panas yang lebih rendah, sehingga ponsel akan tetap aman.

Jadi, sementara pengisian daya nirkabel memiliki potensi untuk mempengaruhi masa pakai baterai jika tidak dikelola dengan baik, penggunaan pengisi daya yang bersertifikasi Qi dapat membantu meminimalkan risiko tersebut.

Tetaplah berhati-hati dan pastikan untuk mengikuti panduan produsen serta memastikan penggunaan yang tepat agar pengisian daya nirkabel tetap nyaman dan aman bagi ponsel Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *