TEKNO

Mengapa Apple Intelligence Diprediksi Lebih Unggul dari Copilot+: 5 Alasan Kunci

30
×

Mengapa Apple Intelligence Diprediksi Lebih Unggul dari Copilot+: 5 Alasan Kunci

Sebarkan artikel ini
5 Alasan mengapa Apple Intelligence diklaim dapat mengalahkan Copilot+
5 Alasan mengapa Apple Intelligence diklaim dapat mengalahkan Copilot+

Media90 – Apple telah lama dikenal dengan misi kuatnya untuk menghadirkan yang terbaik dalam setiap perangkatnya, dari MacBook hingga iPhone dan iPad.

Pada acara Worldwide Developers Conference (WWDC) 2024, perusahaan ini memperkenalkan Apple Intelligence, sebuah rangkaian fitur kecerdasan buatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna di iPhone, iPad, dan MacBook.

Apple Intelligence (AI), versi Apple dari kecerdasan buatan, tidak hanya diharapkan untuk bersaing dengan, tetapi juga mengalahkan Copilot+, terutama setelah kontroversi baru-baru ini yang melibatkan fitur Recall dari Microsoft, yang menimbulkan kekhawatiran privasi yang signifikan di antara pengguna.

Mengapa Apple Intelligence diharapkan dapat mengungguli Copilot+:

  1. Rekam Jejak Apple Silicon: Transisi Apple ke Apple Silicon telah memperkuat fondasi teknologinya. Setiap perangkat Mac yang lebih baru kini didukung oleh chip seri-M yang menawarkan kombinasi luar biasa antara kinerja dan efisiensi energi. Dibandingkan dengan Copilot+ yang baru diluncurkan dengan chip Snapdragon X, pertanyaan tentang masa pakai baterai dan performa masih menjadi tanda tanya besar.
  2. Tidak Memerlukan Perangkat Keras Baru: Salah satu keunggulan Apple Intelligence adalah kemampuannya untuk berjalan di berbagai perangkat Apple yang sudah ada. Dari MacBook dengan chip M1 hingga iPhone dengan chip A17 Pro, Apple Intelligence dapat diimplementasikan tanpa memerlukan perangkat keras baru seperti yang dibutuhkan oleh Copilot+.
  3. Lebih Banyak Fitur: Apple Intelligence tidak hanya menawarkan berbagai fitur AI yang kuat seperti penggunaan ChatGPT tanpa akun, alat tulis yang cerdas, dan integrasi yang mendalam dengan Siri, tetapi juga memastikan bahwa fitur-fitur ini terintegrasi secara mulus di seluruh ekosistem Apple. Ini berbeda dengan Copilot+ yang, meskipun menawarkan fitur-fitur menarik seperti Teks Langsung dan Peredupan Adaptif, harus membangun kembali kepercayaan pengguna setelah masalah dengan fitur Recall.
  4. Ekosistem yang Lebih Matang: Ekosistem Apple terkenal dengan integrasinya yang mulus antara perangkat dan layanan. Dengan Apple Intelligence, pengguna dapat mengalami kontinuitas yang unik di seluruh perangkat mereka, dari iPhone hingga MacBook, berkat fitur-fitur seperti Handoff dan Ringkasan cerdas baru.
  5. Privasi, Keamanan, dan Kepercayaan: Apple telah membangun reputasi yang kuat dalam menjaga privasi dan keamanan data penggunanya. Dengan menempatkan pemrosesan kecerdasan buatan di perangkat dan menggunakan teknologi keamanan canggih seperti Secure Boot dan Secure Enclave, Apple memastikan bahwa data pribadi pengguna tetap aman. Sebaliknya, kekhawatiran yang muncul seputar fitur Recall dari Copilot+, yang akhirnya ditarik kembali oleh Microsoft, menunjukkan tantangan yang mereka hadapi dalam membangun kepercayaan pengguna.
Baca Juga:  Proyektor ViewSonic Terbaru Siap Memanjakan Pemain Xbox dengan Kualitas 4K dan Latensi Rendah

Dengan demikian, Apple Intelligence tidak hanya menjanjikan revolusi dalam pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan terhubung, tetapi juga menempatkan Apple dalam posisi yang kuat untuk mendefinisikan masa depan kecerdasan buatan dalam perangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *