OTOMOTIFTIPS

Kendala Performa Akibat Masalah Kopling Motor: Menggoyang Keseimbangan!

192
×

Kendala Performa Akibat Masalah Kopling Motor: Menggoyang Keseimbangan!

Sebarkan artikel ini
Kendala Performa Akibat Masalah Kopling Motor Menggoyang Keseimbangan!
Kendala Performa Akibat Masalah Kopling Motor Menggoyang Keseimbangan!

Media90 – Mengendarai sepeda motor dengan kopling manual memberikan sensasi yang menyenangkan, terutama dalam hal performa. Akselerasi dapat melejit dengan cepat, dan perpindahan gigi pun menjadi lebih halus. Namun, keasyikan berkendara tersebut dapat terganggu jika terjadi masalah pada kopling motor.

Kopling memiliki peran yang sangat penting pada setiap sepeda motor. Fungsi kopling adalah sebagai pemutus dan penghubung tenaga putaran mesin ke bagian transmisi.

Saat akan melakukan akselerasi atau deselerasi, putaran mesin harus terlebih dahulu diputuskan hubungannya.

Seiring penggunaan, kampas kopling motor akan habis karena efek gesekan yang terjadi terus-menerus. Selain itu, setelan kopling juga akan berubah karena kampasnya yang mulai aus akibat penggunaan.

Permasalahan seputar kopling ini jelas mempengaruhi kinerja motor. Sulit untuk melakukan perpindahan gigi, dan akibatnya performa motor menjadi tidak optimal. Akselerasi menjadi lemah karena kampas kopling aus atau setelannya berubah.

Permasalahan seputar kopling
Permasalahan seputar kopling

Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyakit utama yang terkait dengan kopling sepeda motor.

Tanda-tanda kerusakan yang muncul dapat mempersiapkan Anda untuk melakukan perbaikan sejak awal, sehingga tidak sampai menunggu kerusakan parah.

Salah satu masalah yang umum terjadi adalah habisnya kampas kopling motor. Kopling bekerja dengan cara bergesekan untuk menyambung dan memutuskan putaran dari mesin ke transmisi.

Hampir sama seperti kampas rem, kampas kopling akan aus seiring penggunaan dan perlu diganti dengan yang baru.

Hal ini bertujuan agar performa mesin motor dan tenaga mesin dapat tersalurkan ke roda dengan baik seperti semula.

Penyebab habisnya kampas kopling ini adalah faktor pemakaian. Semakin sering kopling dioperasikan, semakin besar risiko kampas kopling menjadi tipis.

Terlebih lagi, jika Anda sering menggunakan teknik setengah kopling, yang sering terjadi saat terjebak dalam kemacetan, kampas kopling akan segera habis dalam waktu singkat.

Biasanya, kampas kopling yang sudah aus dapat diketahui dari beberapa ciri, seperti adanya selip pada kopling.

Hal ini terjadi ketika tenaga putaran mesin tidak dapat disalurkan dengan maksimal ke bagian transmisi motor, meskipun tuas kopling sudah dilepas sepenuhnya.

Gejala selip kopling akan sangat terasa saat Anda menggeber motor dengan kecepatan tinggi, di mana akan terdengar suara meraung dan motor tidak dapat berakselerasi dengan baik.

Selain itu, gejala lain yang menunjukkan kampas kopling sudah aus adalah kopling kurang responsif. Saat Anda akan memulai perjalanan, meskipun tuas kopling sudah dilepas, motor tidak segera berjalan.

Artinya, kopling sudah aus dan kurang responsif. Terjadi gesekan yang sangat besar sehingga kopling tidak langsung “menggigit”.

Masalah lain yang dapat terjadi adalah kesulitan dalam mengoper gigi perseneling. Karena kampas kopling aus dan selip, putaran mesin tidak dapat diputuskan dengan baik, sehingga sulit untuk mengoper gigi perseneling meskipun tuas kopling sudah ditekan hingga mentok grip motor.

kesulitan dalam mengoper gigi perseneling
kesulitan dalam mengoper gigi perseneling

Selain itu, kampas kopling motor aus dan selip juga dapat menyebabkan penurunan kecepatan maksimum.

Tenaga yang dihasilkan mesin tidak dapat disalurkan dengan sempurna ke bagian transmisi karena adanya kehilangan di kampas kopling.

Hal ini membuat kecepatan motor berkurang dan dikombinasikan dengan konsumsi bahan bakar yang lebih boros daripada biasanya. Motor terasa berat selama dikendarai.

Kampas kopling yang aus dan selip juga dapat menyebabkan mesin terasa kasar dan bergetar pada kecepatan tinggi.

Kopling yang selip dan tidak segera diganti akan membuat bagian kampasnya habis tergesek dan hanya menyisakan plat.

Jika dibiarkan terus, plat ini akan saling bergesekan dengan flywheel dan menyebabkan bunyi kasar pada mesin dan bahkan bergetar.

Gejala ini dapat dirasakan saat berkendara dengan merasakan kerja mesin yang terdengar kasar dan getarannya lebih kuat karena efek selip kopling pada mesin.

Selain kerusakan pada kampas kopling, masalah lain yang sering terjadi adalah tuas kopling motor yang keras.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perawatan. Pengguna sepeda motor dengan kopling manual yang mengalami masalah pada tuas kopling biasanya jarang melakukan perawatan.

Hal sederhana seperti melumasi bagian dalam kabel kopling sering kali diabaikan. Tuas kopling yang keras disebabkan oleh adanya air dan kotoran yang masuk ke dalam kawat sling.

Kotoran tersebut mengganggu pergerakan kawat sling sehingga kadang-kadang membuatnya macet dan terasa keras saat ditarik.

Jika tidak ditangani, air yang masuk akan menyebabkan karat dan mengganggu kinerja kabel kopling, sehingga terasa keras dan berat saat dioperasikan. Untuk mengatasinya, Anda perlu melakukan pelumasan pada bagian dalam kabel kopling dengan menggunakan peneteran atau minyak rem.

Dua cairan ini dapat meluruhkan karat dan melumasi kawat sling. Setelah menyemprotkan penetran seperti WD40, mainkan tuas kopling (tarik-lepas) hingga rasa seretnya hilang.

Namun, jika masalah masih persisten, mungkin kabel kopling sudah rusak dan perlu diganti dengan yang baru.

Mesin kasar dan getar di kecepatan tinggi
Mesin kasar dan getar di kecepatan tinggi

Selain itu, masalah tuas kopling yang keras juga dapat disebabkan oleh perubahan atau modifikasi pada sistem kopling, seperti penggunaan per kopling.

Jika motor telah diatur dengan setelan ala balap dan memiliki tenaga yang besar, penggantian per kopling yang lebih keras mungkin diperlukan untuk mengakomodasi tenaga yang dihasilkan.

Sebagai alternatif, penggunaan sistem tuas kopling hidrolik bisa menjadi solusi, meskipun harganya lebih mahal.

Sistem ini menggunakan bantuan tekanan hidrolik untuk membuat tuas lebih ringan saat ditarik dan dilepas.

Jika tidak ingin mengeluarkan biaya besar, penggantian tuas kopling dengan ukuran yang lebih panjang di bagian bawah juga dapat mengurangi keberatan tuas kopling.

Semakin panjang tuas, semakin ringan kerjanya sesuai dengan hukum fisika. Anda dapat menggunakan tuas dari merek lain selama dudukan pada giginya sama.

Penting untuk melakukan perawatan rutin agar kampas kopling motor awet dan tidak mudah aus.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah mengatur jarak bebas kopling dengan benar (minimal 2-4 mm) dan melakukan penyetelan secara berkala, menghindari penggunaan setengah kopling saat berkendara, melakukan penggantian oli secara rutin sesuai rekomendasi, menggunakan oli pelumas yang direkomendasikan oleh pabrikan, dan menggunakan setelan jauh untuk tuas kopling motor.

Dengan mengetahui masalah yang dapat terjadi pada kopling sepeda motor dan melakukan perawatan yang tepat, Anda dapat mempersiapkan perbaikan sedini mungkin dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

Perhatikan tanda-tanda kerusakan pada kopling dan ambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga performa dan keandalan motor Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *