OTOMOTIF

Club Volkswagen Thing Meluncur, Bamsoet Ajak Mengangkat Pariwisata Melalui VW Safari

194
×

Club Volkswagen Thing Meluncur, Bamsoet Ajak Mengangkat Pariwisata Melalui VW Safari

Sebarkan artikel ini
Club Volkswagen Thing Meluncur, Bamsoet Ajak Mengangkat Pariwisata Melalui VW Safari
Club Volkswagen Thing Meluncur, Bamsoet Ajak Mengangkat Pariwisata Melalui VW Safari

Media90 – Para pecinta mobil VW Safari kini memiliki alasan untuk merayakan dengan diluncurkannya klub resmi bernama Volkswagen Thing Club (VTC).

Deklarasi klub ini berlangsung di Black Stone Garage, Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (9/6/2023) dan dihadiri oleh para pendiri utama, termasuk Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet), Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar, Ray Gregory E. Oscar, R. Adi Yunadi Endjun, dan Arief Gunawan.

Bamsoet menjelaskan bahwa pendirian klub ini merupakan respons atas animo yang luar biasa dari acara Jakarta Auto Classic Meetup (JACMU) 2023.

Keberadaan klub ini juga bertujuan untuk memperkuat dan memperluas jaringan antara para penggemar mobil VW Safari di Indonesia, khususnya para pemilik mobil tersebut.

Dalam konteks ini, VTC akan melengkapi keberadaan klub lain yang telah ada sebelumnya, seperti Volkswagen Beetle Club (VBC) untuk penggemar VW Beetle dan Volkswagen Van Club (VVC) untuk para pecinta VW Kombi.

Dengan demikian, VTC diharapkan dapat menciptakan komunitas yang semakin kuat dan solid bagi para penggemar mobil VW di Tanah Air.

“Kami berharap kehadiran klub baru ini dapat meningkatkan semangat komunitas dan memajukan kegiatan otomotif, khususnya Volkswagen Thing (Safari) di Indonesia,” ungkap Bamsoet dengan antusias.

Sebagai klub resmi, Volkswagen Thing Club (VTC) berencana menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik, seperti konvoi, pameran, dan pertemuan rutin.

Hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota dan juga untuk mempromosikan keunikan serta daya tarik mobil VW Safari kepada masyarakat luas.

Dengan deklarasi resmi Volkswagen Thing Club (VTC), dapat diharapkan komunitas pecinta mobil VW Safari di Indonesia semakin berkembang dan menjadi salah satu kekuatan utama dalam mengembangkan pariwisata otomotif di Tanah Air.

Volkswagen Thing (Safari): Mengenal Lebih Dekat dengan Mobil Klasik yang Mengagumkan

Volkswagen Thing (Safari) Mengenal Lebih Dekat dengan Mobil Klasik yang Mengagumkan
Volkswagen Thing (Safari) Mengenal Lebih Dekat dengan Mobil Klasik yang Mengagumkan

Volkswagen Thing Club (VTC) telah mengambil keputusan yang menarik dalam menamai klub mereka.

Meskipun Volkswagen Thing merupakan model yang dikenal sebagai Safari di AS, klub ini sengaja menghindari penggunaan kata “Safari” dalam nama klub mereka.

Alasannya adalah untuk menjaga konsistensi dengan klub sebelumnya yang mengadopsi nama-nama VW berdasarkan penamaan mobil di AS.

Klub VW Beetle menggunakan nama “Beetle” untuk VW Kodok di Indonesia atau Käfer di Jerman, sementara klub VW Kombi menggunakan nama “Van” untuk Kombi di Indonesia atau Transporter di Jerman.

Meskipun VW Safari tidak sepopuler Kombi atau Beetle di Indonesia, mobil ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik di dunia otomotif.

Di masa lalu, VW Safari sering disebut sebagai VW Camat karena digunakan sebagai kendaraan dinas dan operasional pejabat setingkat Camat di Indonesia pada era 1970-an. Nama VW Safari juga digunakan di pasar Meksiko.

Mobil ini sebenarnya merupakan kelanjutan produksi dari model VW Kübelwagen yang digunakan sebagai kendaraan kecil dalam Perang Dunia II.

VW memproduksi Safari mulai dari tahun 1969 hingga berhenti pada tahun 1983.

Satu hal yang menarik adalah VW Safari menjadi sangat istimewa karena hanya dijual di pasar Asia, khususnya di Indonesia.

Saat ini, Safari banyak digunakan untuk mendukung kegiatan pariwisata, terutama di Jawa Tengah.

Melihat potensi ini, Bamsoet menyatakan harapannya untuk menghidupkan kembali popularitas VW Safari dan berkontribusi dalam mengembangkan industri pariwisata dalam negeri.

Dengan keputusan Volkswagen Thing Club (VTC) untuk merangkul VW Safari dan menghadirkan komunitas yang kuat bagi para penggemar mobil ini, diharapkan mobil klasik yang terabaikan ini akan mendapatkan perhatian yang pantas dan mampu menginspirasi industri pariwisata di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *