BERITA

Tragedi di Gadingrejo Pringsewu: Konten Kreator YouTube Tanggamus Tutup Hari di Arena Kuda Kepang

246
×

Tragedi di Gadingrejo Pringsewu: Konten Kreator YouTube Tanggamus Tutup Hari di Arena Kuda Kepang

Sebarkan artikel ini
Geger, Konten Kreator YouTube Asal Tanggamus Meninggal di Arena Kuda Kepang di Gadingrejo Pringsewu
Geger, Konten Kreator YouTube Asal Tanggamus Meninggal di Arena Kuda Kepang di Gadingrejo Pringsewu

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Sebuah duka mendalam melanda warga Dusun Bulumanis, Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, pada Minggu sore (17/12/2023) saat seorang konten kreator YouTube ditemukan tidak bernyawa di acara pertunjukan seni budaya kuda kepang.

Korban, Parwoto (45), warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, menyedot perhatian masyarakat sekitar dan penonton acara.

Menurut keterangan Kapolsek Gadingrejo, AKP Nurul Haq, peristiwa tragis itu terjadi ketika Parwoto ditemukan tergeletak di samping warung sembako warga sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat ditemukan, korban diduga sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kapolsek menyatakan bahwa kepolisian segera bertindak dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Pringsewu serta tenaga medis dari Puskesmas Wates untuk menginvestigasi penyebab kematian.

“Dari hasil pemeriksaan bersama tim medis, di tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas kekerasan. Penyebab meninggalnya korban diduga akibat serangan jantung,” ungkap Kapolsek Gadingrejo pada Senin pagi (18/12/2023).

Jenazah Parwoto kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Meski dihadapkan pada tragedi besar, keluarga korban menolak proses otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Ayah korban, Mahfud (71), menceritakan bahwa pada hari kejadian, sekitar pukul 13.00 WIB, Parwoto mengajaknya menonton acara hiburan kuda kepang di Pekon Bulurejo.

Pada pukul 13.30 WIB, Parwoto terlihat sibuk berkeliling lokasi pertunjukan untuk membuat konten video.

“Lalu sekitar pukul 16.00 WIB saya mendengar kabar ada yang ditemukan meninggal di dekat acara kuda kepang tersebut. Setelah saya mendekat dan ikut melihat ternyata anak saya,” ujar Mahfud.

Meski Parwoto terlihat sehat tanpa keluhan sakit sebelum kejadian, kematian tiba-tiba ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Mahfud menyatakan kesediaannya untuk memakamkan jenazah anaknya di Pekon Way Jaha, Pugung, sambil menolak proses otopsi dengan ikhlas.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak pernah dapat diprediksi, dan bahkan saat bersenang-senang di acara hiburan, takdir dapat berubah dengan cepat, meninggalkan duka yang mendalam di hati keluarga dan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *