BERITA

Toko Sparepart Mobil di Way Jepara Lampung Timur Hangus Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

41
×

Toko Sparepart Mobil di Way Jepara Lampung Timur Hangus Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini
Toko Sparepart Mobil di Way Jepara Lampung Timur Ludes Dilalap Àpi, Kerugian Ratusan Juta
Toko Sparepart Mobil di Way Jepara Lampung Timur Ludes Dilalap Àpi, Kerugian Ratusan Juta

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Desa Labuhanratu Baru, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, menjadi saksi kebakaran yang melanda seorang pemilik toko sparepart mobil, Jubai.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (16/12/2022), mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Jubai, pemilik toko yang menjadi korban kebakaran, mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui toko yang dijalankannya terbakar sekitar pukul 18.20 WIB.

Saat kejadian, Jubai berada di rumahnya yang berlokasi satu pekarangan dengan toko tersebut.

Upaya awal untuk memadamkan api secara manual bersama warga sekitar tidak membuahkan hasil, dan akhirnya seluruh tokonya dilalap si jago merah.

Pemilik toko menyatakan bahwa api dengan cepat membesar karena banyak material berbahan karet yang tersimpan di dalam toko.

“Habis semua. Yang berhasil kami selamatkan barang-barang material tidak lebih dari Rp5 juta,” ungkap Jubai dengan nada sedih.

Usaha keras memadamkan api baru berhasil setelah tiga jam, tepat pada pukul 20.00 WIB.

Namun, Kapolsek Way Jepara Iptu Siregar belum dapat memberikan keterangan mengenai penyebab kebakaran.

Ia menyatakan bahwa anggotanya masih fokus pada pemadaman dan pengaturan lalu lintas, terutama karena lokasi kejadian berada di pinggir jalan lintas nasional.

Kondisi bangunan yang parah dan habisnya barang dagangan menjadi tantangan bagi petugas pemadam yang terbatas oleh keterbatasan air dalam mobil pemadam.

Camat Way Jepara, Raden Baruna, mengakui bahwa tiga mobil pemadam tiba di lokasi setelah bangunan terbakar dan gudang yang berisi sparepart mobil hancur.

Keterlambatan mobil pemadam disebabkan oleh kekosongan air di tiga tangkinya dan musim kemarau yang memperlambat pengisian.

“Memang mobil lambat satu jam dari awal peristiwa, terus api dengan cepat membesar karena banyak bahan-bahan yang mudah terbakar ditambah banyak oli dalam drum,” jelas Raden Baruna.

Pada saat ini, pihak berwenang berencana untuk memeriksa saksi-saksi guna menentukan penyebab pasti dari kebakaran yang merugikan pemilik toko sparepart mobil tersebut.