BERITA

Tega dan Terlarang: Pria di Ambarawa Pringsewu Melampiaskan Cemburu dengan Kekerasan, Ditangkap di Banten Setelah Membuat Istrinya Babak Belur

83
×

Tega dan Terlarang: Pria di Ambarawa Pringsewu Melampiaskan Cemburu dengan Kekerasan, Ditangkap di Banten Setelah Membuat Istrinya Babak Belur

Sebarkan artikel ini
Cemburu, Pria di Ambarawa Pringsewu ini Tega Pukuli Istri Hingga Babak Belur, Buron dan Ditangkap di Banten
Cemburu, Pria di Ambarawa Pringsewu ini Tega Pukuli Istri Hingga Babak Belur, Buron dan Ditangkap di Banten

Media90 – Petugas dari Polsek Pringsewu Kota Polres Pringsewu berhasil menangkap seorang suami yang tega menganiaya istrinya hingga babak belur.

Pelaku, yang berinisial BS (33) dan beralamat di Pekon Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, akhirnya diringkus oleh polisi di tempat persembunyiannya di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Minggu (19/5/2024).

Kapolsek Pringsewu Kota, Kompol Rohmadi, yang mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Benny Prasetya, menjelaskan bahwa kasus penganiayaan yang melibatkan BS terjadi pada Jumat (3/5/2024), di salah satu kamar hotel di Pringsewu. Saat itu, BS menganiaya istrinya, QA (31), dengan kejam, meninggalkannya dengan luka-luka parah.

Pelaku menggunakan berbagai cara untuk menganiaya korban, termasuk melempar HP, menendang, dan memukul berulang kali di beberapa bagian tubuhnya.

Korban mengalami luka memar di mata kanan dan kiri, luka lebam di lengan dan kaki, serta bengkak di bagian kepala sebagai dampak dari kebrutalan suaminya.

“Kekerasan tersebut berhenti ketika korban berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan dari petugas keamanan hotel. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis dan visum, serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pringsewu Kota,” jelas Kompol Rohmadi pada Selasa (21/5/2024).

Menurut Kapolsek, setelah melakukan penganiayaan terhadap istrinya, pelaku kabur ke Jawa Tengah.

Namun, setelah mengetahui bahwa polisi sedang memburunya, pelaku berpindah tempat dan bersembunyi di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lebak, Banten.

Kapolsek mengungkapkan bahwa cemburu menjadi pemicu utama kebrutalan BS terhadap istrinya.

“Awalnya, pelaku melihat adanya notifikasi panggilan dan pesan dari seorang pria lain di HP korban, yang kemudian memicu rasa cemburu yang membuat BS menganiaya korban,” ungkapnya.

“Kejadian ini juga dipicu oleh konflik rumah tangga sebelumnya yang sudah terjadi di antara keduanya,” tambah Kapolsek.

Pelaku, yang merupakan pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), telah diamankan dan ditahan di Rutan Polsek Pringsewu Kota.

Dalam proses penyidikan, BS dijerat dengan Pasal 44 Ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

“BS bisa dikenai hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp15.000.000,00,” tegas Kapolsek.

Respon (4)

  1. We absolutely love your blog and find most of your
    post’s to be what precisely I’m looking for.
    Do you offer guest writers to write content in your case?
    I wouldn’t mind creating a post or elaborating
    on a number of the subjects you write with regards
    to here. Again, awesome web site!

  2. These are genuinely enormous ideas in on the topic of blogging.
    You have touched some good factors here. Any way keep up wrinting.

  3. I am now not positive the place you’re getting your information, however
    great topic. I needs to spend a while studying more
    or working out more. Thanks for wonderful information I was
    looking for this information for my mission.

  4. Undeniably believe that which you said. Your favorite reason appeared to be
    on the internet the simplest thing to be aware of. I say to you, I certainly get irked while people consider worries that they just don’t know about.
    You managed to hit the nail upon the top and
    defined out the whole thing without having side-effects ,
    people could take a signal. Will likely be back to get more.

    Thanks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *