BERITA

Peringatan MUI: Kurma ‘Israel Nyamar’ Diwaspadai untuk Menghindari Boikot, Palestina dan Arab Dalam Fokus

37
×

Peringatan MUI: Kurma ‘Israel Nyamar’ Diwaspadai untuk Menghindari Boikot, Palestina dan Arab Dalam Fokus

Sebarkan artikel ini
Kurma Israel Nyamar dari Arab dan Palestina Agar tak Diboikot, MUI Minta Masyarakat Waspada
Kurma Israel Nyamar dari Arab dan Palestina Agar tak Diboikot, MUI Minta Masyarakat Waspada

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Strategi penyamaran produsen kurma dari Israel telah terungkap, memicu peringatan dari Komisi Hak Asasi Manusia Islam (IHRC) kepada umat Islam dan pendukung Palestina.

Komisi tersebut menyoroti upaya produsen kurma Israel dalam menuliskan label yang menyesatkan pada produk mereka, dengan tujuan menghindari aksi boikot.

Video yang beredar menunjukkan IHRC mengingatkan agar umat Islam tidak membeli atau mengonsumsi kurma buatan Israel yang disamarkan.

Bahkan, label “Made in Palestine” juga tidak lagi dianggap jaminan bahwa produk tersebut bukan berasal dari pendudukan Israel, kecuali jika sumbernya dapat dipercaya dari Palestina, seperti Zaytoun atau Yaffa.

IHRC memperingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap hal tersebut.

Perlu dicatat bahwa pemukiman Israel yang dibangun di tanah Palestina dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Internasional.

Sebanyak 60% kurma Israel ditanam di pemukiman tersebut, dengan 80% dari produksi kurma tersebut diekspor, dengan Inggris menjadi pasar terbesar kedua bagi Israel.

Aksi boikot terhadap produk Israel semakin berkembang, terutama setelah serangkaian serangan Israel di Palestina yang menyebabkan ribuan warga Palestina meninggal dunia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun kembali menyerukan umat Islam di Indonesia untuk memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel, termasuk kurma.

Seruan ini didasarkan pada Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menjelaskan bahwa tujuan dari seruan boikot ini adalah untuk menekan kekuatan ekonomi Israel, sehingga negara tersebut tidak memiliki sumber daya keuangan yang kuat untuk menyerang Palestina.

“Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Arif Fahrudin menambahkan bahwa dengan boikot produk Israel, masyarakat diharapkan akan lebih mencintai produk dalam negeri.

Hal ini bukan hanya soal tidak mengonsumsi produk Israel, melainkan juga mengalihkan perhatian kepada produk Indonesia sebagai bentuk cinta terhadap Tanah Air dan iman,” kata Arif Fahrudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *