BERITA

Pencarian Balita yang Hanyut di Rajabasa Bandar Lampung Menemui Jalan Buntu, Keluarga Terpaksa Berhenti Mencari

124
×

Pencarian Balita yang Hanyut di Rajabasa Bandar Lampung Menemui Jalan Buntu, Keluarga Terpaksa Berhenti Mencari

Sebarkan artikel ini
Tujuh Hari Balita Hanyut di Rajabasa Bandar Lampung tak Ditemukan, Pencarian Dihentikan
Tujuh Hari Balita Hanyut di Rajabasa Bandar Lampung tak Ditemukan, Pencarian Dihentikan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tim SAR Gabungan, terdiri dari berbagai lembaga dan relawan yang terlatih, menghentikan operasi pencarian terhadap balita yang hanyut, M. Nadif Arthanabil (2), pada Minggu (14/1/2023).

Meskipun telah melakukan upaya maksimal selama tujuh hari, hasilnya belum membuahkan tanda-tanda keberhasilan.

Tim SAR Gabungan terdiri dari Tim Rescue Basarnas Lampung, BPBD Kota Bandar Lampung, Damkar Kota Bandar Lampung, Koramil Labuan Ratu, Polsek Kedaton, PMI Kota Bandar Lampung, Forum Relawan Rescue Lampung, Limas Rajabasa, IEA, Senkom Mitra Polri, Ponpes Annas Bin Malik, Relawan Rumah Zakat Bandar Lampung, dan masyarakat setempat.

Hari ketujuh operasi pencarian dimulai dengan briefing dan pembagian tim menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit) sesuai rencana operasi.

SRU 1 Gabungan melanjutkan pergerakan menuju Bendungan Pal Putih dan melakukan pencarian dengan menggunakan dua perahu kayak.

Sementara itu, SRU 2 dan pihak keluarga korban menyisir aliran air dari Jalan Militer hingga Hajimena. Pada pukul 13.00 WIB, SRU 1 kembali melakukan penyisiran di aliran PTPN 7 tanpa hasil.

Seluruh tim kembali ke posko untuk evaluasi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Meskipun telah diupayakan dengan semaksimal mungkin, belum ditemukannya tanda-tanda korban membuat pencarian dianggap tidak lagi efektif.

Setelah musyawarah antara Tim SAR Gabungan, keluarga korban, dan unsur terkait, diputuskan untuk menghentikan operasi pencarian.

Didit Permana, Kasi Operasi yang mewakili Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah sebagai SAR Mission Commander, menyatakan bahwa operasi SAR ditutup pada hari ketujuh pukul 14.30 WIB.

“Hasil dari musyawarah dengan keluarga korban dan unsur terkait bahwa upaya pencarian diupayakan maksimal selama tujuh hari. Sesuai prosedur pelaksanaan, Operasi SAR dinyatakan ditutup pada hari ketujuh,” ujar Didit. “Namun apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda korban, maka operasi SAR siap dibuka kembali,” tambahnya.

Meskipun pencarian berakhir, harapan tetap terbuka untuk kemungkinan adanya informasi baru yang dapat membantu menemukan M. Nadif Arthanabil.

Tim SAR Gabungan tetap siap untuk melanjutkan operasi apabila ada perkembangan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *