BERITA

Menghadiri Upacara Paskibraka di Istana Negara, Perwira Polda Lampung Memukau dengan Busana Terbaik

144
×

Menghadiri Upacara Paskibraka di Istana Negara, Perwira Polda Lampung Memukau dengan Busana Terbaik

Sebarkan artikel ini
Diundang ke istana Negara Saksikan Putranya Jadi Paskibraka, Perwira Polda Lampung ini Raih Busana Terbaik
Diundang ke istana Negara Saksikan Putranya Jadi Paskibraka, Perwira Polda Lampung ini Raih Busana Terbaik

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Sebuah momen yang tak terduga menjadi sorotan dalam peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia (HUT) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/8/2023), ketika Inspektur Satu (Iptu) Sri Susanti Hutasoit, seorang Perwira dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung, tampil memukau dalam busana adat Lampung.

Tak disangka, penampilannya tersebut membawanya masuk ke dalam nominasi busana adat terbaik dalam upacara penurunan bendera.

Susanti awalnya hadir di Istana Negara sebagai orang tua dari Frans Timothy Prawira Siallagan, putranya yang berkesempatan menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Frans, yang juga merupakan Komandan Kelompok (Danpok 8), memperkuat peringatan HUT dengan tugas penting dalam upacara tersebut.

“Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan terlibat dalam nominasi busana terbaik. Saya hanya hadir karena undangan dan untuk mendukung putra saya,” ungkap Susanti ketika dihubungi pada Jumat (18/8/2023).

Pemilihan busana terbaik tampaknya menjadi kejutan baginya, dan Susanti mengaku tidak mengetahui bahwa pihak Istana akan menyelenggarakan penghargaan tersebut.

“Saya tidak tahu bahwa ada pemilihan busana adat terbaik. Ini benar-benar sebuah kejutan,” tambahnya.

Saat tiba di lokasi upacara, Susanti duduk di seat D sebagai undangan orang tua anggota Paskibraka.

Namun, situasi berubah ketika seorang pria mendekatinya dan menanyakan namanya. Dia juga diminta untuk berfoto.

“Dalam percakapan itu, pria tersebut meminta saya untuk maju jika namaku dipanggil saat upacara,” cerita Susanti dengan antusias.

Tak lama sebelum upacara dimulai, pria yang sama datang lagi dan meminta Susanti untuk pindah ke lokasi duduk di lorong VIP, yang berdekatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perubahan ini membuatnya semakin bahagia karena dapat lebih dekat dengan putranya.

“Ini adalah rezeki dari Tuhan. Saya bisa melihat putra saya dengan jelas dan dekat dengan Presiden di lorong VIP,” ujarnya penuh rasa syukur.

Setelah upacara penurunan bendera selesai, petugas Istana memanggil namanya sebagai salah satu dari lima nominasi busana adat terbaik.

Meskipun ia masih belum menyadari tentang penghargaan ini, Susanti maju dengan perasaan bangga.

Proses pemberian penghargaan busana adat ini tak lepas dari momen lucu ketika banyak undangan yang mengira Susanti adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Raut wajahnya yang mirip dengan Sri Mulyani membuat banyak orang bingung. Bahkan Presiden Jokowi pun sempat melirik ke arahnya, seakan mencari kepastian.

Penting dicatat bahwa Susanti tidak mempersiapkan diri secara khusus untuk menjadi nominasi busana adat terbaik.

Ia memilih busana adat Lampung dengan alasan putranya mewakili provinsi tersebut dalam acara tersebut.

“Dalam persiapan saya tidak melakukan yang khusus. Saya hanya memilih busana adat Lampung sebagai bentuk dukungan pada putra saya yang mewakili Lampung,” jelas Susanti.

Baginya, kebanggaan datang ganda. Putranya dipilih sebagai bagian dari Paskibraka, sementara dirinya dapat mewakili busana adat Lampung dengan masuk nominasi busana adat terbaik.

“Saya merasa sangat bangga. Kebanggaan ganda karena putra saya terpilih sebagai Paskibraka dan busana adat Lampung yang saya kenakan menjadi salah satu yang terbaik,” tutupnya dengan senyuman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *