BERITA

Kisah Benturan Antara Masyarakat dan PT KCMU di Pesisir Barat: Konflik Lahan Sawit Menghadap Pemeriksaan Polisi terhadap Enam Saksi

147
×

Kisah Benturan Antara Masyarakat dan PT KCMU di Pesisir Barat: Konflik Lahan Sawit Menghadap Pemeriksaan Polisi terhadap Enam Saksi

Sebarkan artikel ini
Konflik Lahan Sawit, Bentrok Warga den PT KCMU Pesisir Barat, Polisi Periksa Enam Saksi
Konflik Lahan Sawit, Bentrok Warga den PT KCMU Pesisir Barat, Polisi Periksa Enam Saksi

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Polres Pesisir Barat telah memeriksa enam saksi terkait dengan bentrok serius yang terjadi antara masyarakat setempat dan perusahaan sawit PT Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU).

Insiden ini terjadi di Desa Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Kapolres Pesisir Barat, AKBP Alysahendra, memberikan keterangan pada hari Rabu (16/8/2023) bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi individu-individu yang diduga terlibat dalam penganiayaan.

“Kami telah memeriksa sebanyak enam saksi yang berada di lokasi saat kejadian, dengan tujuan untuk mengidentifikasi beberapa individu yang diduga terlibat dalam tindak penganiayaan,” kata AKBP Alysahendra di Krui.

Hari setelah bentrokan di perkebunan sawit, petugas berhasil menemukan beberapa barang bukti yang relevan.

Di antaranya adalah satu unit mobil bak terbuka yang hangus terbakar serta sejumlah senjata tajam.

Kapolres menjelaskan, “Setelah insiden ini, kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya adalah mobil pick-up yang terbakar, pakaian korban, jejak darah, dan tandan-tandan sawit yang terlibat dalam peristiwa tersebut.”

Saat ini, situasi di daerah tersebut telah dikembalikan kondusif setelah kedua pihak yang terlibat sepakat untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut.

Polisi tetap bekerja untuk mengumpulkan keterangan dari individu-individu yang terlibat dalam keributan ini guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolres juga mengimbau masyarakat, termasuk tokoh-tokoh terkait, agar tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.

Dia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang beredar setelah peristiwa ini.

“Kami mendorong semua kelompok yang terlibat dalam konflik ini untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian, agar mereka dapat memberikan keterangan sebelum tindakan hukum diambil. Kami juga telah mengidentifikasi beberapa individu yang diduga menjadi dalang dan pelaku utama dalam penganiayaan,” tegasnya.

Kapolres Pesisir Barat juga menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh tindakan provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Pesisir Barat.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Antara, bentrokan antara masyarakat dan PT KCMU menyebabkan empat orang mengalami luka parah akibat serangan senjata tajam.

Selain itu, satu unit mobil milik warga juga dilaporkan terbakar.

Peratin (Kepala Desa) Marang, Surdi, mengonfirmasi bahwa bentrokan memang terjadi dan menimbulkan empat warga desa mengalami luka-luka akibat bacokan senjata tajam.

Dia juga menyebutkan bahwa salah satu mobil milik warga juga menjadi korban pembakaran.

“Kejadian ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, dimana terjadi bentrokan antara warga dan pihak PT KCMU yang menyebabkan empat warga mengalami luka,” ungkap Surdi.

Selain luka-luka pada warga, kendaraan milik warga juga menjadi target pembakaran.

Surdi menjelaskan, “Tak hanya korban luka, beberapa kendaraan milik warga juga ikut dibakar dalam peristiwa ini.”

Situasi di Pekon Marang kini masih dalam pengawasan ketat pihak berwenang, sementara penyelidikan terus berlanjut guna mengungkap seluruh fakta yang terjadi selama bentrokan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *