BERITA

Kejutan dari Tim Jokowinomics: Prabowo Lebih Unggul dari Anies dan Ganjar Menurut Survei Media Inggris, Berikut Rinciannya

30
×

Kejutan dari Tim Jokowinomics: Prabowo Lebih Unggul dari Anies dan Ganjar Menurut Survei Media Inggris, Berikut Rinciannya

Sebarkan artikel ini
Jadi Penganut Jokowinomics, Survei Media Inggris Tempatkan Prabowo Ungguli Anies dan Ganjar, Segini Angkanya
Jadi Penganut Jokowinomics, Survei Media Inggris Tempatkan Prabowo Ungguli Anies dan Ganjar, Segini Angkanya

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Calon presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto, mendapatkan posisi puncak menurut hasil survei yang dilakukan oleh media Inggris, The Economist.

Survei yang dilakukan pada tanggal 16 Januari 2024, dengan judul ‘Siapa yang Akan Menjadi Presiden Indonesia Selanjutnya?’ menunjukkan Prabowo dengan presentase 50%, unggul jauh dari dua pesaingnya, Ganjar Pranowo yang berada di tempat kedua dengan 23%, dan Anies Baswedan di posisi terbawah dengan 21%.

Menariknya, hasil survei ini membawa perubahan signifikan dalam dinamika elektabilitas ketiga calon presiden sejak awal 2023.

Prabowo Subianto, yang pada awalnya berada di posisi kedua, kini memimpin dengan tren peningkatan yang konsisten.

Sebaliknya, Ganjar Pranowo yang sempat berada di puncak pada awal 2023 mengalami penurunan, sementara Anies Baswedan fluktuatif.

Dalam profil yang disertakan oleh The Economist, Prabowo Subianto disebutkan akan melanjutkan warisan Presiden Jokowi dengan menganut paham “Jokowinomics.”

Media Inggris itu menyoroti peran Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dan proyeksinya untuk meneruskan kebijakan ekonomi yang sudah ditempuh oleh pemerintahan sebelumnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo dijelaskan sebagai seorang teknokrat yang ramah, menggantungkan harapan keberhasilannya pada kampanye akar rumput.

Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, disebut sebagai sosok berpengalaman dalam urusan luar negeri dan memiliki ambisi untuk meningkatkan pengaruh Indonesia di kawasan.

The Economist juga mencatat bahwa jika tidak ada calon yang meraih lebih dari 50% pada putaran pertama, kontestasi pemilihan presiden akan dilanjutkan pada bulan Juni.

Dengan hasil survei ini, perjalanan menuju pemilihan presiden semakin menarik dengan dinamika yang dapat berubah hingga pemilihan berlangsung.