BERITA

Ini Dia Peran IIB Darmajaya dan PKBI Lampung dalam Menangani Kenakalan Remaja dan Edukasi Kesehatan Reproduksi

86
×

Ini Dia Peran IIB Darmajaya dan PKBI Lampung dalam Menangani Kenakalan Remaja dan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Sebarkan artikel ini
Ini Dia Peran IIB Darmajaya dan PKBI Lampung dalam Menangani Kenakalan Remaja dan Edukasi Kesehatan Reproduksi
Ini Dia Peran IIB Darmajaya dan PKBI Lampung dalam Menangani Kenakalan Remaja dan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung telah menyepakati kolaborasi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bahkan, PKBI Lampung siap menjadi tempat magang bagi mahasiswa IIB Darmajaya.

Kerjasama ini diumumkan saat kunjungan silaturahmi Muhamad Fajar Santoso, S.H., Direktur Eksekutif Daerah PKBI Lampung, dan M. Hasan Irham, Staff Kelembagaan PKBI Lampung, ke ruang kerja Rektor IIB Darmajaya pada Selasa (4/7/23).

Mereka diterima oleh Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., Senior Staff Kerja Sama, Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I., dan Senior Staff Humas, Lukman Hakim, S.P., M.M.

Dalam kesempatan tersebut, Muhamad Fajar Santoso, S.H., menjelaskan bahwa PKBI merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada kesehatan reproduksi, remaja, dan gender, tanpa memiliki tujuan politik atau keagamaan.

PKBI mengajak IIB Darmajaya, yang memiliki banyak mahasiswa generasi muda, untuk berkolaborasi dalam bidang kesehatan reproduksi dan masalah remaja lainnya.

Dia juga menyampaikan bahwa PKBI Lampung telah berdiri sejak tahun 1968 dan telah membentuk Pusat Pelayanan dan Informasi bagi Remaja, yaitu Youth Center (SKALA), serta Pelayanan Kesehatan (Klinik Pratama Ragom Kencana) yang menyediakan Layanan Tele Konseling dan Tele Medisin.

PKBI Lampung aktif melakukan edukasi, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan sumber daya manusia.

Fajar menyatakan bahwa kerjasama yang ditawarkan dapat berfokus pada pendidikan, penelitian, pengabdian, atau bidang lainnya yang terkait dengan IIB Darmajaya.

Fajar juga menegaskan bahwa PKBI Lampung berkomitmen untuk membantu pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi sebagai mitra dalam menangani permasalahan terkait perempuan dan anak.

Dia berharap agar perjanjian kerjasama dapat segera terjalin untuk memperluas dan mempercepat upaya penanganan kasus-kasus tersebut di Provinsi Lampung.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pembentukan Klinik Ragom Kencana PKBI Lampung yang menjadi penyedia layanan pelaporan kasus kekerasan seksual berbasis gender.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., menyambut baik tawaran kerjasama dari PKBI Lampung.

Muprihan menyatakan keprihatinannya terhadap kenakalan remaja, terutama dalam konteks pergaulan, yang telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

IIB Darmajaya memiliki fokus dalam edukasi seksual dan kesehatan reproduksi generasi muda.

Saat ini, institusi tersebut telah membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja Sehati, yang bertanggung jawab dalam bidang kesehatan bagi mahasiswa.

Muprihan menekankan bahwa bersama dengan Duta GenRe, IIB Darmajaya memberikan pemahaman tentang triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yaitu menolak nikah usia anak, menolak seks bebas, dan menolak penyalahgunaan zat-zat adiktif.

Selain persoalan pernikahan dini, seks bebas, dan perilaku seksual menyimpang, kenakalan remaja juga telah meluas hingga mencakup tindakan kriminalitas seperti geng motor dan penyalahgunaan narkoba.

IIB Darmajaya siap membantu pihak manapun dalam mengatasi permasalahan tersebut, karena hal tersebut merupakan komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Kerjasama antara IIB Darmajaya dan PKBI Lampung diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menangani kenakalan remaja serta meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi di kalangan generasi muda.

Dengan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan LSM, diharapkan kasus-kasus kekerasan seksual dapat diminimalisir dan kehidupan remaja yang sehat dan bertanggung jawab dapat terwujud.