BERITA

Buru Tiga Tersangka Pengeroyok Siswa SMK BLK Asal Tanjung Bintang Setelah Satu Ditangkap dan Tewas

85
×

Buru Tiga Tersangka Pengeroyok Siswa SMK BLK Asal Tanjung Bintang Setelah Satu Ditangkap dan Tewas

Sebarkan artikel ini
Satu Ditangkap, Polisi Buru Tiga Tersangka Pengeroyok Siswa SMK BLK Asal Tanjung Bintang Hingga Tewas
Satu Ditangkap, Polisi Buru Tiga Tersangka Pengeroyok Siswa SMK BLK Asal Tanjung Bintang Hingga Tewas

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Setelah berhasil menangkap satu dari empat tersangka yang terlibat dalam pengeroyokan yang mengakibatkan seorang siswa SMK BLK Bandar Lampung asal Tanjung Bintang, Lampung Selatan, bernama Gilang Ikhsan Zikri tewas, polisi terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tiga tersangka lainnya yang juga masih berstatus pelajar.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian saat ini sedang memburu tiga pelaku utama yang terlibat dalam insiden tragis ini.

“Kemarin telah diamankan satu tersangka inisial BBA (15) asal Jati Agung, Lampung Selatan. Total ada empat tersangka dalam kasus itu, jadi kami masih memburu tiga tersangka lainnya yakni BA, R, dan GS,” kata Kombes Umi Fadillah Astutik dalam keterangannya pada Kamis (2/11/2023).

Berdasarkan keterangan dari tersangka BBA, peran masing-masing pelaku dalam pengeroyokan tersebut telah terungkap. Saat kejadian, BBA berperan sebagai pembonceng bagi tersangka R, yang merupakan pelaku pemukulan terhadap korban.

Tersangka GS, pada saat itu, berperan dalam menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh korban, sementara tersangka YS membacok korban dengan menggunakan sejenis celurit.

Polda Lampung menegaskan komitmennya dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, dengan merespon cepat pengungkapan kasus kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kami berkomitmen melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, intinya Polda Lampung sangat prihatin dengan kasus tersebut. Anak-anak adalah masa depan dan berkomitmen untuk melindungi mereka dari tindakan kekerasan,” tegas Umi Fadillah Astutik.

Menurut Umi, kasus pengeroyokan tersebut bermula ketika korban melakukan tantangan melalui media sosial dan disepakati untuk bertemu di Jalan Bypass Soekarno Hatta, tepatnya di depan SMAN 5 Bandar Lampung.

Ketika korban dan teman-temannya tiba di tempat kejadian, mereka dihadang oleh para pelaku yang datang dari arah Rajabasa menggunakan sepuluh unit sepeda motor berboncengan.

Penyerangan langsung terjadi, mengakibatkan korban jatuh ke tanah dan dikeroyok dengan brutal, termasuk pemukulan dan penggunaan senjata tajam jenis celurit.

Para pelaku lalu melarikan diri, sementara korban segera dilarikan ke rumah sakit, namun sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan, dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Kepolisian terus berupaya keras untuk mengungkap kasus ini dan membawa para tersangka ke pengadilan untuk pertanggungjawaban hukum mereka atas tindakan kekerasan yang tragis ini.

Kasus ini juga menjadi pengingat penting akan perlunya melindungi anak-anak dari kekerasan serta mengedukasi mereka tentang tindakan yang bertanggung jawab dan aman dalam bermedia sosial.