BERITA

Analisis Kinerja Ekonomi Lampung Triwulan III 2023: Tantangan dan Potensi Pemulihan

65
×

Analisis Kinerja Ekonomi Lampung Triwulan III 2023: Tantangan dan Potensi Pemulihan

Sebarkan artikel ini
Kinerja Konsumsi Pemerintah Melemah, Bank Indonesia Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan III 2023 Melambat
Kinerja Konsumsi Pemerintah Melemah, Bank Indonesia Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan III 2023 Melambat

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Bank Indonesia Perwakilan Lampung mengungkapkan bahwa perekonomian Lampung pada triwulan ketiga tahun 2023 mengalami sedikit keterlambatan, dengan pertumbuhan hanya mencapai 3,93 persen (year on year atau yoy).

Ini merupakan perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,00 persen (yoy).

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Budiyono, pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Peningkatan investasi dan sektor konstruksi menjadi pendorong utama, namun terjadi perlambatan kinerja konsumsi rumah tangga dan lembaga non profit.

Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan ketiga tahun 2023 tercatat sebesar Rp116,25 triliun berdasarkan ADHB, dan Rp69,56 triliun berdasarkan ADHK (2010).

Bank Indonesia Lampung menyoroti melemahnya kinerja konsumsi pemerintah sebagai penyebab utama perlambatan ekonomi.

Kontraksi konsumsi pemerintah mencapai 3,01 persen (yoy), dibandingkan dengan pertumbuhan sebelumnya yang mencapai 4,54 persen (yoy).

Realisasi belanja pegawai dan barang jasa turun signifikan, masing-masing sebesar 10,71 persen (yoy) dan 8,63 persen (yoy).

Perlambatan ekonomi juga terlihat pada konsumsi rumah tangga, yang mengalami penurunan dari 5,87 persen (yoy) menjadi 5,21 persen (yoy). Kinerja kredit perseorangan turut melambat seiring dengan kenaikan suku bunga kredit.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan ketiga tetap didukung oleh peningkatan investasi atau PMTB yang tumbuh 4,43 persen (yoy).

Hal ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas investasi bangunan, terutama dalam perbaikan 17 ruas jalan di Lampung.

Sektor eksternal, meskipun masih mengalami pertumbuhan negatif, menunjukkan perbaikan dari kontraksi 29,47 persen (yoy) menjadi 13,05 persen (yoy).

Permintaan produk turunan minyak kelapa sawit dari India dan perbaikan permintaan lada Amerika Serikat menjadi faktor penopang positif.

Namun, sektor eksternal juga masih terkontraksi, terutama dipengaruhi oleh penurunan kinerja ekspor batu bara dan disrupsi cuaca terhadap produksi kopi robusta Lampung.

Analisis ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika ekonomi Lampung pada triwulan ketiga 2023, mengidentifikasi tantangan dan potensi pemulihan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *